Bos Sevilla Ungkap Alasan Lempar Bola Hingga Diusir Wasit

Pelatih Sevilla Eduardo Berizzo memberikan alasan kenapa dirinya bisa diusir oleh wasit Danny Makkelie setelah melempar bola.

Liga Champions  - Bos Sevilla Ungkap Alasan Lempar Bola Hingga Diusir Wasit

Eduardo Berizzo tidak menyangka aksi kecil yang Ia lakukan di laga antara Sevilla kontra Liverpool harus membuatnya duduk di tribun. Pada pertandingan Liga Champions di Anfield, Kamis (14/09) dini hari WIB ini kedua kesebelasan bermain imbang 2-2.

Wissam Ben Yedder sempat membuat publik tuan rumah terdiam di menit ke-5 melalui golnya. Sadar dalam posisi tertinggal, The Reds melayangkan serangan bertubi-tubi sehingga Robert Firmino mampu menyamakan kedudukan di menit ke 21.

Mohamed Salah sukses membawa Liverpool unggul di menit ke 37, dan Firmino sempat memiliki peluang untuk memperlebar kedudukan di menit ke 42 melalui titik putih namun tendangannya membentur tiang gawang.

Tim tamu akhirnya sukses mencuri satu gol melalui Joaquin Correa di menit ke 72 sehingga kedua kesebelasan harus puas berbagi poin di laga perdana Grup E Liga Champions.

Akan tetapi ada satu kejadian unik di mana pelatih Sevilla Eduardo Berizzo diusir wasit karena melempar bola.

Sebelumnya Berizzo sempat diperingkatkan oleh wasit untuk tidak melempar bola di babak pertama dan kala Ia melakukan kembali, tidak pelak wasit Makkelie mengusirnya.

Akan tetapi Ia beranggapan dua aksinya tersebut memiliki perbedaan dan tidak menyesal telah melakukan tindakan konyol tersebut.

“Itu dua aksi berbeda. Di babak pertama ketika kami sedang unggul, Liverpool melakukan serangan baik dan saya melakukan sesuatu yang tidak baik, yaitu melempar bola. Saya berusaha untuk membuang-buang waktu, untuk menghentikan Liverpool. Saya menyadari kesalahan itu,” ujar Berizzo sesuai laga.

“Akan tetapi di babak kedua hal serupa terjadi ketika kami tertinggal (2-1) dan saya memutuskan untuk melempar bola untuk memperbaiki kesalahan yang saya lakukan di babak pertama.”

“Saya melalukan tindakan sportif. Itu aksi yang sama, tapi konteksnya berbeda. Anda bisa menyebut dua aksi tersebut sebagai tindakan tidak terpuji tapi saya sedang berusaha menebus kesalahan.”

“Saya menjelaskan kepada lawan (Jurgen Klopp) dan Ia memahaminya tapi yang tidak peduli hanya wasit seorang.”