Carlo Ancelotti Ungkap Mau Berapa Lama Menganggur

  • Carlo Ancelotti akhirnya mengungkapkan niatnya mau berapa lama asyik menganggur. Wajib dicermati semua klub besar dunia.

Carlo Ancelotti

Carlo Ancelotti akhirnya mengungkapkan niatnya mau berapa lama asyik menganggur. Wajib dicermati semua klub besar dunia.

Carlo Ancelotti memang telah menyampaikan sikapnya terkait mau berapa lama menganggur dan jauh dari dunia bola yang sudah membesarkan namanya. Bayern Munchen sendiri sudah mantap menendang Carlo Ancelotti beberapa hari silam dari kursi panas kepelatihan.

Mantap dipermak PSG di ajang Liga Champions, para petinggi Bayern langsung mengadakan rapat darurat dan akhirnya dengan tega mengambil keputusan untuk memecat Ancelotti. Karuan jadi banyak klub besar dunia kontestan Liga Champions yang pasang kuda-kuda untuk mengejar Ancelotti.

Ancelotti sempat dikabarkan hanya mau menunggu untuk menjadi pelatih Arsenal saja gantikan Arsene Wenger. Kini sepertinya hal itu tidak akan mungkin terjadi karena Ancelotti sudah menegaskan bahwa dirinya pilih beristirahat dulu dari dunia bola.

Ancelotti sendiri dipecat hanya beberapa pertandingan saja memasuki musim ini. Baru saja dua bulan musim berjalan, sang manajer sudah dipecat. Sempat ada kabar juga yang menyebut bahwa Ancelotti dimusuhi oleh beberapa pemain bayern sendiri dan memantik bantahan dari Mats Hummels juga.

Ancelotti sendiri memilih untuk tidak mau membicarakan pemecatannya tersebut. Ia malah menegaskan bahwa dirinya tidak akan menerima tawaran pekerjaan apapun setidaknya sampai musim baru nanti datang. Ancelotti akan bersantai dulu setidaknya selama sekitar sepuluh bulan saja cukup.

“Saya akan beristirahat dalam sepuluh bulan ke depan ya. Jadi saya tidak akan mau menangani tim lain manapun. Soal ‘pemberontakan’ di Bayern Munchen, akan lebih baik kalau kita tidak membicarakannya saja. Oke ya,” ujar Carlo Ancelotti yang masih berusaha melindungi mantan pemain asuhannya melalui Sky Sports Italia.

Menariknya, Ancelotti sudah disibukkan dengan berbagai kegiatan luar biasa. Ia bahkan sempat menjadi pelatih dalam acara Assist for Peace, sebuah acara untuk mempromosikan perdamaian lewat dunia sepakbola. Ia didaulat melatih beberapa bocah dari latar belakang Yahudi, kristen dan Islam di wilayah sarat konflik Yerusalem.

“Saya sudah sangat berbahagia bisa sampai berada di sini. Ini adalah kegiatan yang ingin saya lakukan secara terus menerus ya. Anak-anak itu adalah masa depan kita semua,” pungkasnya dengan sumringah.