Edinson Cavani: Laga Lawan Barcelona Tidak Adil

651

Edinson Cavani masih kesal atas kekalahan timnya dari FC Barcelona di pertemuan kedua babak 16 besar Liga Champions.

Liga Champions  - Edinson Cavani: Laga Lawan Barcelona Tidak Adil

Berita Liga Champions – Penyerang Paris Saint-Germain Edinson Cavani masih kesal atas kekalahan timnya dari FC Barcelona di pertemuan kedua babak 16 besar Liga Champions.

Edinson Cavani merasa kebangkitan FC Barcelona dari Paris Saint-Germain di babak 16 besar Liga Champions sebagai sesuatu yang tidak adil.

Di musim lalu Les Parisiens kembali harus gagal di kompetisi tertinggi Eropa, setelah disingkirkan Blaugrana di Camp Nou.

Padahal di pertemuan pertama, yang dilangsungkan di Parc des Princes, PSG sudah unggul empat gol tanpa balas sehingga percaya diri bisa menyingkirkan jawara bertahan.

Sayangnya di pertemuan kedua Barca bisa bangkit dan PSG hampir bisa lolos ke babak selanjutnya, andai Sergi Roberto tidak gagal membuat gol di menit-menit akhir.

Bagi Edinson Cavani, laga tersebut seharusnya menjadi kebangkitan PSG namun hancur lebur sehingga pelatih Unai Emery dipertanyakan kelanjutannya, sebelum kemudian Nasser El-Khelaifi tetap memberikan kepercayaan dan dukungan.

“[Laga] itu menjadi titik sejarah PSG. Itu merupakan momen yang mempengaruhi kami semua dan sesuatu yang tidak terbayangkan dan tidak diharapkan,” ujarnya pada L’Equipe.

“Nyalakan saja televisi dan saksikan cuplikan-cuplikan pertandingan untuk mengetahui laga itu berjalan tidak adil.”

“Memang benar dengan [skor] 3-1 tidak ada yang bisa membayangkan bisa bangkit [di pertemuan kedua], tapi kemudian beberapa hal terjadi yang membuat kami kalah.”

“Jika saya harus menjelaskan apa yang terjadi di sana [Camp Nou], saya akan berbicara soal ketidak-adilan.”

“Kami merasakan kesedihan mendalam, kegetiran dan kemarahan, sebab hal-hal tersebut tidak terjadi di pertandingan sepak bola biasa.”

Bukan hanya tersingkir di Liga Champions, PSG pun harus kehilangan titel juara Liga Perancis untuk pertama kalinya sejak 2013 silam.

Unai Emery hanya sanggup memberikan dua piala saja di akhir musim, yaitu Piala Perancis dengan mengalahkan Angers dan Piala Liga usai membenamkan AS Monaco.