Hasil Liga Champions: Konspirasi London Singkirkan Atletico

Finalis dua kali Liga Champions Atletico Madrid TELAT datang ke Stamford Bridge untuk laga lawan Chelsea yang harus mereka menangkan. Jadinya tersingkir deh.

Antoine Griezmann dari Atletico Madrid beraksi dalam laga Liga Champions melawan tuan rumah Chelsea, Rabu dinihari WIB
Antoine Griezmann dari Atletico Madrid beraksi dalam laga Liga Champions melawan tuan rumah Chelsea, Rabu dinihari WIB

Kota London yang terkenal macet, tapi masih kalah dengan Jakarta sih, sepertinya sepakat untuk menyingkirkan finalis dua kali Liga Champions, Atletico Madrid.

Skuad asuhan Diego Simeone itu terbiasa tiba di stadion tepat waktu, namun mendapati diri mereka tiba di Stamford Bridge hanya 45 menit sebelum kick-off laga terakhir Liga Champions dimulai, Rabu dinihari WIB.

Keterlambatan tersebut, yang berarti bahwa berita tim tidak bisa dirilis sampai menit-menit menjelang laga dimulai, tidak ideal untuk pertandingan di mana Atletico harus menang.

Pasukan Diego Simeone harus bisa mengalahkan Chelsea di London, sementara berharap Qarabag bisa membantu mereka mengalahkan AS Roma.

Skuad Atletico memilih untuk tidak mengunjungi Stamford Bridge sebelum pertandingan Rabu dinihari WIB, memutuskan untuk berlatih jauh dari stadion. Hanya Simeone dan Filipe Luis yang berada di stadion di London Barat itu untuk mengadakan konferensi pers pra-pertandingan.

Saul Niguez menghasilkan salah satu gol yang terkenal di kompetisi Eropa musim ini. Demikian pun kiper Jan Oblak tampil sebagai kiper yang luar biasa dan untuk sesaat sepertinya Atletico Madrid mungkin berhasil lolos dari kualifikasi dengan cara paling menakjubkan ke babak sistem gugur

Tapi hal itu tidak terjadi. Mereka ditahan imbang 1-1 di Stamford Bridge saat mereka harus menang, sementara kemenangan AS Roma 1-0 atas Qarabag akan membuat Los Rojiblancos tersingkir, bahkan jika mereka mengklaim tiga poin di London.

Dengan demikian, petualangan Eropa mereka akan berlanjut di Liga Europa musim semi tahun 2018.

Atletico selama 90 menit sama sekali tidak bisa membuat sulit gawang tim tuan rumah dan sebaliknya Jan Oblaklah yang bekerja keras, menyelamatkan tiga peluang Alvaro Morata yang sangat bagus, dan juga tembakan jarak jauh dari Davide Zappacosta.

Kini finalis Liga Champions tahun 2014 dan 2016 itu harus berpetualang di kasta kedua, Liga Europa. Lain kali sewa guide kota London, yang mengenal karakter kemacetan ibukota Inggris.

Sepakbola.cc