Inter Milan Targetkan Lolos Liga Champions, Bukan Scudetto

Inter Milan targetkan musim ini pastikan satu tempat di Liga Champions musim depan, bukan meraih gelar Scudetto.

Inter Milan

Penyerang Inter Milan, Eder, merasa bahwa target mereka musim ini bukan meraih gelar Scudetto melainkan lolos ke Liga Champions untuk musim depan.

Inter Milan dipercaya menjadi salah satu kandidat terkuat meraih gelar Scudetto musim ini. Tim asuhan Luciano Spalletti itu menunjukkan performa impresif di awal musim ini dengan meraih 30 poin dari 12 pertandingan di Liga Italia dan menempati peringkat ketiga, selisih 2 poin dari Napoli di puncak dan satu poin dari Juventus di peringkat kedua.

Eder sendiri tampil sebagai pahlawan di pertandingan terakhir Inter saat menjamu Torino semalam. Sempat tertinggal lebih dulu melalui gol Iago Falque, Eder yang turun sebagai pemain pengganti mampu menyamakan kedudukan 11 menit sebelum pertandingan berakhir dan membuat skor 1-1 bertahan hinggal peluit panjang dibunyikan.

Eder sendiri merasa bahwa gelar Scudetto bukan menjadi target utama Inter, melainkan lolos ke Liga Champions musim depan. Jadi setidaknya, Inter harus finish di peringkat keempat di akhir musim nanti untuk menjaga peluang mereka bermain di Liga Champions.

“Target utama kami adalah lolos ke Liga Champions [musim depan],” ujar penyerang berusia 30 tahun itu pada Mediaset Premium setelah pertandingan melawan Torino.

“Hal yang paling penting di pertandingan [melawan Torino] adalah meraih hasil imbang. Memang itu bukanlah sebuah kemenangan, namun imbang adalah hasil yang lebih baik dibandingkan dengan kekalahan.”

“Kami sudah mendapatkan hasil yang lebih baik dari yang sudah kami perkirakan dengan meraih 9 kemenangan dan tiga hasil imbang dari 12 pertandingan.”

Sementara itu pelatih inter Milan, Luciano Spalletti sedikit kecewa dengan hasil imbang tersebut. Meski menilai timnya melakukan banyak kesalahan, namun ia merasa mereka memiliki peluang yang cukup untuk meraih tiga poin di akhir pertandingan.

“Hasil imbang ini meninggalkan sedikit rasa pahit,” ujar pelatih berusia 58 tahun itu. “Kami sudah membuat beberapa kesalahan lebih banyak dibandingkan biasanya dan karena hal tersebut kami terpaksa puas dengan hanya meraih 1 poin. Bagaimanapun juga, kami dapat merespon [setelah kebobolan] dan memberikan dorongan terakhir.”

Sepakbola.cc