Juventus Semestinya Tidak Mengeluh, Kata Pep Guardiola

12

Josep Guardiola mengomentari kekecewaan Juventus kepada wasit yang memimpin pertandingan kontra Bayern Munchen.

 

 

Josep Guardiola mengomentari kekecewaan Juventus kepada wasit yang memimpin pertandingan kontra Bayern Munchen.

Berita Bola – Juventus gagal lolos ke babak perempatfinal Liga Champions seusai menerima kekalahan dari Bayern Munchen melalui pertandingan yang harus diselesaikan hingga extra time. Pada laga yang digelar di Allianz Arena, Kamis (17/3/2016) dinihari WIB, Juve yang sempat menang 2-0 akhirnya kalah 2-4 dari Bayern dan terdepak  dengan agregat 4-6.

Setelah laga, Direktur Umum Juventus, Beppe Marotta, mengecam penampilan wasit yang memimpin pertandingan kontra Bayern . Dia mengeluhkan sejumlah keputusan wasit Jonas Eriksson merugikan Juventus, terutama ketika gol Alvaro Morata di menit ke-23 ketika Juventus sudah unggul 1-0 dibatalkan wasit karena offside.

“Keputusan offside pada gol Alvaro Morata bisa saja mengubah pertandingan. Sepakbola adalah soal momen, dan keputusan seperti ini punya dampak yang besar terhadap skenario pertandingan.”

“Saya tidak ingin berkomentar lebih jauh soal isu ini, tapi saya cuma berharap tim-tim Italia dilindungi (dan diwasiti dengan cara yang sama seperti yang lainnya),” terus Marotta.

“Kalah karena keputusan-keputusan ini, di level kompetisi seperti ini dan dengan performa wasit semacam ini, itu menyakitkan,” ujar  Marotta.

Mendengar pernyataan Marotta, Guardiola lantas menanggapi. Pelatih berpaspor Spanyol tersebut menganggap sebagai tim besar, Juve semestinya tidak mengeluh.

“Juventus terlalu besar untuk mengeluhkan soal ini. Ketika Anda kalah, Anda berjabat tangan dan pulang. Anda memuji lawan,” kata Guardiola sebagaimana dikutip ESPN FC.

“Mereka punya peluang dan mencetak gol dua kali. Mungkin golnya tidak offside, tapi hal-hal seperti ini terjadi dalam sepakbola,” ujarnya.

Dengan capaian itu, artinya Bayern telah 15 kali masuk ke perempatfinal Liga Champions. Pada catatan Opta, tak ada klub lain yang lebih sering melakukannya.