Kasihan Klub Ini, Sudah Cemen, Dihukum Melulu Oleh UEFA

CSKA Moskow menjamu Bayern Munich malam ini di sebuah stadion yang kosong karena insiden sebelumnya dan mereka sekarang menantikan hukuman berat berikutnya akhir pekan ini untuk perilaku fans mereka di Roma. Untuk ketiga kalinya dalam lima pertandingan Liga Champions, CSKA Moskwa akan dikenakan hukuman ole UEFA terkait perilaku rasis dari para pendukung mereka. Kasus terbaru berasal […]

Liga Champions  - Kasihan Klub Ini, Sudah Cemen, Dihukum Melulu Oleh UEFA

CSKA Moskow menjamu Bayern Munich malam ini di sebuah stadion yang kosong karena insiden sebelumnya dan mereka sekarang menantikan hukuman berat berikutnya akhir pekan ini untuk perilaku fans mereka di Roma.

Untuk ketiga kalinya dalam lima pertandingan Liga Champions, CSKA Moskwa akan dikenakan hukuman ole UEFA terkait perilaku rasis dari para pendukung mereka.

Kasus terbaru berasal dari laga pembukaan penyisihan grup mereka melawan Roma dua pekan lalu. Fans sang juara Rusia terlibat dalam pertempuran dengan polisi setempat dan melemparkan kembang api dalam Stadio Olimpico. Suporter CSKA juga mencoba memaksa menyeberang ke bagian stadion fans Italia.

Skandal ini mengikuti dua insiden terdahulu di Liga Champions musim lalu. Melawan Manchester City dan Viktoria Plzen, penggemar CSKA ditemukan bersalah atas tindakan pelecehan rasis serta menggunakan slogan-slogan fasis.

CSKA kini sedang menjalani hukuman karena insiden musim lalu tersebut dan akan memainkan pertandingan malam ini melawan Bayern Munich di stadion Luzhniki dalam kondisi kosong.

Semua ini menyebabkan klub “di pinggir jurang” menurut pernyataan direktur jenderal Roman Babayev pekan lalu.

CSKA akan berada di bawah tekanan lebih besar lagi dari sebelumnya untuk memastikan bahwa para penggemar tim lawan dan para pemain akan aman dari penyalahgunaan dan ancaman kekerasan.

Eskalasi masalah mereka menyiratkan adanya hukuman berat ketika UEFA bersidang untuk menentukan nasib mereka pada tanggal 3 Oktober nanti.

“Situasi telah menjadi penting di masa sekarang,” kata Babayev. “Apa yang terjadi di Roma bukan hanya tidak dapat diterima. Ini adalah masalah besar. Kami menunggu jatuhnya hukuman berat oleh UEFA.”

Rasisme di sepak bola Rusia adalah topik panas. Dibutuhkan hanya satu pendukung nakal atau bahkan satu kelompok kecil saja untuk mencoreng semua nama meskipun ada upaya terbaik dari klub yang sekarang mencoba untuk menyelesaikan masalah itu setelah berbagai tindakan memalukan.

“Kami secara aktif bekerja sama dengan pendukung kami, dan kami melihat hasil di Rusia. Fans kami praktis telah berhenti menggunakan kembang api di pertandingan,” kata Babayev.

“Namun, perjanjian ini tidak bekerja dengan baik selama kompetisi Eropa. Para pendukung terlalu emosional dan ingin membuktikan sesuatu.”

Pekan lalu pemain Dinamo Moskow Chris Samba gagal tampil setelah turun minum untuk pertandingan Liga Premier Rusia melawan Torpedo Moskow menyusul dugaan pelecehan rasis di tangan pendukung Torpedo. Insiden itu, terjadinya segera setelah CSKA, telah menyebabkan mayoritas penggemar yang normal jengkel oleh tindakan para ekstremis, yang mendesak dijatuhkannya sanksi.

“Kita tidak bisa menutup mulut 20.000 penggemar tapi kita bisa mengambil langkah-langkah agar hal-hal tersebut tidak akan terjadi,” kata Babayev. “Kita sudah berdiri di tepi jurang. Saya berharap fans kami tidak akan mendorong kita jatuh ke dalamnya.”

Rusia empat tahun lagi menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018 dan mata dunia terfokus pada hal itu. Setiap insiden perilaku rasis oleh fans Rusia akan diperbesar dan diperiksa secara seksama.

Sepakbola.cc