Leicester City Punya 5 Resep Taklukkan Atletico Madrid

Leicester City ternyata punya 5 resep menaklukkan Atletico Madrid. Jelas berbahaya bagi kubu Atletico jelang laga mereka.

Berita Bola, Liga Champions – The Foxes harus memecahkan krisis pertahanan mereka dan membatasi dampak Antoine Griezmann pada permainan jika mereka ingin mencapai semi-final

Melawan segala rintangan, Leicester City tetap dengan kesempatan yang masuk akal mencapai babak semi-final Liga Champions. Setelah menantang semua harapan untuk memenangkan Liga Premier musim lalu, mereka sekarang berdiri di ambang sejarah bahkan lebih.

Seperti yang mereka lakukan di babak 16 bear, Leicester akan menantang upaya lolos dengan defisit hanya satu gol di leg pertama. Skor 1-0 di Spantol membuat skuad asuhan Craig Shakespeare masih memiliki peluang besar lolos

Tapi bagaimana mereka bisa melakukan lagi tugas yang tidak mungkin? Ini lima cara Leicester taklukkan Atletico.

Kembalinya Kapten Wes Morgan

Wes Morgan sudah tidak bermain sejak mencetak gol di leg kedua melawan Sevilla karena masalah kebugaran, tapi Robert Huth dan Yohan Benalouane telah berhasil menjalin kemitraan yang sangat baik dalam absensi bek asal Jamaika itu.

Huth ditangguhkan untuk leg kedua setelah menerima kartu kuning di Vicente Calderon sementara Benalouane tertatih-tatih melawan Crystal Palace pada hari Sabtu.

Shakespeare menegaskan nama terakhir hanya menderita kram, tapi kembalinya bek dan kapten tim Wes Morgan akan memberikan kekuatan di lini belakang sekaligus menambah motivasi bermain tim.

Matikan Antoine Griezmann

Penampilan Griezmann membawa perubahan strategi dari Shakespeare,, dengan bos Leicester itu beralih dari 4-4-2 ke 4-1-4-1 pada babal kedua. Wilfred Ndidi ditugaskan memarking Griezmann, dan itu jelas membuat Atletico lebih merasa sulit pada periode kedua.

Menyusul keberhasilan perubahan sistemnya, itu akan menarik untuk melihat apakah Shakespeare akan kembali mencoba membatasi Griezmann sementara juga mencoba untuk memenangkan pertandingan.

Jamie Vardy Lebih Terlibat

Jamie Vardy dikritik di media sosial setelah leg pertama karena dampak minim yang terisolasi di lini depan.

Pemain depan Inggris hampir tidak memiliki sentuhan bola di Madrid, dengan keputusan untuk mengganti Okazaki pada istirahat membuat dia terisolasi di babak kedua.

Tancap Gas Sejak Menit Pertama

Mengetahui mereka tidak bisa apa-apa selain menang, Leicester akan diwajibkan mengejar permainan dari menit pertama dalam upaya untuk mendapatkan diri mereka mencetak gol secepat mungkin untuk memompa motivasi mereka untuk lolos.

Tapi seperti yang ditunjukkan di Madrid, mereka membuang semua upaya mereka dalam serangan karena beresiko serangan balik dari tuan rumah, dan kebobolan gol tandang kemungkinan akan menjadi bencana.

Namun di laga di kandang sendiri, Leicester kini harus tampil berani dan bahkan memberikan tekanan sejak awal pada Atletico untuk membuktikan bahwa mereka mampu berbuat sesuatu atas raksasa Spanyol itu, dan mengembalikan performa luar biasa mereka.

Maksimalkan Pemain Pengganti

Konsistensi dalam seleksi telah menjadi kunci keberhasilan Leicester selama dua musim terakhir, dan tidak mungkin Shakespeare akan membuat perubahan besar untuk sebuah pertandingan besar.

Dia akan, bagaimanapun, akan memainkan line up terbaik namun ia juga memiliki pilihan untuk mengubah permainan dengan pemain pengganti. Ia dapat memanfaatkan bakat mereka untuk membuat perbedaan sebelum peluit akhir laga.

Kecepatan Demarai Gray memberinya dimensi ekstra jika dibandingkan dengan kemampuan etos kerja dan crossing dari Marc Albrighton sementara Islam Slimani dan Leonardo Ulloa memiliki apa-apa yang diperlukan untuk menantang Diego Godin.

Dengan banyak potensi di bench, Shakespeare harus mencoba membuat perbedaan ketika dibutuhkan dengan memanfaatkan kekuatan dan potensi yang dimilikinya di bench.