Begini Cara PSG Gunduli Barcelona!

34

Paris Saint-Germain membutuhkan strategi khusus untuk meredam Barcelona dan pengalaman Unai Emery dengan sangat baik membawa mereka menghancurkan raksasa Catalan

Liga Champions  - Begini Cara PSG Gunduli Barcelona!

Gilabola.com, Liga Champions – Seperti diprediksi, Paris Saint-Germain membutuhkan strategi khusus untuk meredam Barcelona dan pengalaman Unai Emery dengan sangat baik membawa mereka menghancurkan raksasa Catalan itu di Parc de Princes.

Banyak pakar yang meragukan kemampuan PSG untuk bisa lolos dari hadangan Barcelona di babak 16 besar, dengan mereka selalu tersingkir di fase knock out dari juara Spanyol itu.

Namun sangĀ  juara Prancis membungkam semua peragu, dengan secara gagahnya mereka menghabisi Barcelona tak tanggung-tanggung, dengan 4 gol tanpa balas sekaligus!

Angel di Maria menjadi bintang dengan mencetak dua gol indah, yang dilengkapi oleh sontekan dari dalam kotak penalti Julian Draxler dan tendangan keras dari jarak dekat Edinson Cavani.

Lalu bagaimana strategi PSG untuk menghancurkan Barcelona dengan skor telak? PSG tahu kelemahan sang lawan, dan mereka menerapkan strategi yang tepat untuk akhirnya membungkam sang raksasa Spanyol.

Pertama, bungkam perasasan superioritas Barcelona. Kunci Barcelona menjadi tim yang sangat sering menang besar dan menang di laga besar adalah karena mereka percaya bahwa mereka tim terbesar dan lebih besar ketimbang lawan mereka.

Dan berbekal pengalaman Unai Emery yang telah bertemu 24 kali dengan raksasa Catalan itu, PSG langsung ingin menghancurkan mental superoritas Barca sejak menit pertama dengan langsung mendominasi dan menggembur pertahanan sang juara Spanyol. PSG pun bermain tanpa rasa takut, tak menunjukkan rasa grogi, bahkan dengan tenang memamerkan skill mereka untuk secara sombong menunjukkan pada Barca bahwa mereka tim yang lebih besar, dan merekalah sang pemilik Parc de Prince.

Kedua, matikan alur umpan ke lini depan. Kekuatan utama Barcelona saat ini adalah lini depannya dengan trisula maut Lionel Messi, Neymar, dan Luis Suarez. Dan belajar dari pengalaman Man City, PSG menerapkan strategi yang sama dengan para pemain mereka saling bahu membahu bekerja sama memutuskan umpan-umpan ke lini depan.

Akibatnya, sinergi trio Amerika Selatan ini terganggu dan mereka bahka sangat jarang melepaskan tembakan ke gawang. Bahkan sepanjang pertandingan mereka hanya melepas 1 tendangan tepat sasaran, dan 5 tendangan lainnya keluar target!

Ketiga, permalukan lini tengah. Seperti kata Denoeix beberapa hari lalu, bahwa kepergian Xavi, dan juga menuanya Andres Iniesta, membuat kekuatan dan kreativitas lini tengah Barca jauh menurun. Sejujurnya bahwa kunci utama tiki taka dan masa kejayaan Barca di bawah asuhan Pep adalah karena keberadaan keduanya. Dan ini tanpa Xavi dan menuanya Iniesta, kekuatan lini tengah Barca turun jauh.

Andre Gomes tak cukup berkualitas untuk sekelas Barcelona, dan Busquets akan mati saat timnya tak mendominasi. Akurasi umpan Barca memang masih mencapai 88%, tapi sanga tidak efektif. Apalagi dengan hanya 3 gelandang akhirnya menjadi sasaran empuk para gelandang PSG yang memiliki kualitas lebih baik dalam diri Marco Veratti, Blaise Matuidi, dan Adrien Rabiot, terlebih mereka seperti bermain dengan 5 gelandang karena Di Maria dan Draxler Rajin sangat rajin membantu.

Keempat, eksploitasi pertahanan Barca dengan permainan cepat. Kelemahan besar Barcelona dengan tidak rapatnya lini tengah dengan hanya berisi 3 pemain yang dimatikan membuat pertahanan Barca terbuka lebar. Apalagi sisi kiri begitu lemah sepeninggal Dani Alves.

Dan PSG sadar betul bagaimana cara menghancurkan pertahanan Barca. Memanfaatkan kecepatan Di Maria, Draxler, Cavani, Matuidi, hingga para pengganti seperti Lcuas Moura, membuat pertahanan Barca kocar-kacir. Untuk itulah benar bahwa tanpa Ibrahimovic, PSG justru lebih berbahaya dengan mereka bisa bermain lebih cepat dan tak bergantung pada satu pemain.

Lihatlah, gol-gol dari Draxler (gol kedua), Di Maria (gol ketiga), dan gol penutup Cavani semua terjadi dalam serangan cepat yang mengeksploitasi terbukanya pertahanan Barca. Selain itu PSG juga dengan deras melancarkan lebih banyak serangan, dengan total 16 tendangan, dengan 10 di antaranya tepat sasaran!

Kini PSG menunjukkan secara gamblang kelemahan Barcelona dan bagaimana menghancurkan mereka, yang bisa menjadi referensi yang sangat baik bagi tim-tim lain yang memiliki karakter skuad seperti The Saints untuk menghancurkan raksasa Catalan.

Well, ini sekali lagi seperti kata Denouuex bahwa Barcelona, jika ingin kembali menjadi tim terbesar, perlu segera membenahi lini tengah mereka dan terutama mencari pengganti Xavi. Dan benar juga kata eks manajer Real Sociedad itu Marco Verratti adalah penerus terbaik untuk sang maestro Spanyol, dengan playmaker Italia itu sudah membuktikannya di laga ini.

Over all, selamat PSG, memang pantas menang!