Mantan Real Madrid Jadi Pemain Terburuk Final Liga Champions

658

Seorang mantan pemain bintang Real Madrid dinilai menjadi pemain paling buruk pada partai final Liga Champions. Siapa?

Liga Champions  - Mantan Real Madrid Jadi Pemain Terburuk Final Liga Champions

Berita Bola – Striker Gonzalo Higuain adalah pemain Juventus yang paling mengecewakan penampilannya dalam kekalahan Juve di final Liga Champions melawan Real Madrid, menurut Angelo Di Livio.

Real Madrid meraih kemenangan 4-1 dalam laga di Cardiff, Minggu (4/6) dini hari WIB, dengan skuad asuhan Massimiliano Allegri bermain berantakan di babak kedua yang membuat mereka gagal menjebol gawang Los Blancos yang dikawal kiper Keylor Navas.

Di Livio memenangi trofi Liga Champions bersama Juve pada tahun 1996, tapi sejak saat itu klub juara Italia tersebut telah kehilangan lima kesempatan di final.

Dan dia tidak terkesan dengan penampilan Higuain, yang membantu gol babak pertama Mario Mandzukic yang spektakuler, namun gagal mencetak gol ke gawang mantan klubnya Madrid pada musim pertamanya di Turin setelah menandatangani kontrak dari Napoli seharga 90 juta euro.

“Yang paling mengecewakan saya? Tentu saja Higuain,” kata Di Livio kepada Il Mattino.

“Saya mengharapkan banyak dari Pipita, atau setidaknya sesuatu yang lebih dalam hal kualitas teknis dan kelaparan untuk mencapai tujuan.”

“Dia memberi saya kesan yang berbeda dengan yang lain. Tak seorang pun di Juve mencoba membuat perbedaan dan menegaskan kualitas mereka, tapi Higuain adalah orang yang membuat kesan terbesar pada saya dengan cara yang negatif.”

Di Livio merasa penampilan Higuain menunjukkan bahwa Juve masih membutuhkan pemain top yang memiliki karakter kuat.

Dia melanjutkan: “Untuk bermain di level tertentu, Anda membutuhkan pemain top dan saya pikir Bianconeri masih kekurangan beberapa pemain dengan kepribadian, yang bisa memberi tim lompatan dalam kualitas.”

“Antara babak pertama dan kedua, ada keruntuhan performa. Aspek mental penting dan Juve menghabiskan seluruh energinya dalam 45 menit pertama.”

“Kemudian mereka menghilang, mereka gagal pada saat yang paling penting di babak kedua, aspek fisik, dan aspek mental, merupakan bencana bagi Juve.”