Neymar Tuduh Media Dramatisir Pertengkaran Dengan Cavani

  • Neymar menuduh media mengarang-ngarang cerita tentang pertengkarannya dengan Edinson Cavani di Paris Saint-Germain.

Edinson Cavani, Neymar

Neymar menuduh media mengarang-ngarang cerita tentang pertengkarannya dengan Edinson Cavani di Paris Saint-Germain.

Bintang Paris Saint-Germain Neymar telah menolak klaim pertengkaran dengan rekan setimnya Edinson Cavani, usai terjadinya pertikaian soal tendangan penalti saat melawan Lyon sepekan lebih silam.

Penyerang senilai Rp 3,5 Trilyun itu tertangkap kamera tengah berargumentasi dengan Cavani atas siapa yang berhak melakukan tendangan bebas dan penalti selama kemenangan 2-0 atas Lyon pada 18 September lalu.

Laporan segera menyusul bahwa hubungan duo penyerang itu tidak dapat diperbaiki lagi. Neymar melaporkan telah meminta Cavani untuk dijual dan rumor lebih lanjut mengklaim bahwa penyerang Uruguay tersebut menolak tawaran Rp 15,8 Milyar dalam bentuk uang bonus klub, guna membiarkan Neymar melakukan tendangan bola-bola mati di masa depan.

Pelatih kepala Unai Emery menyatakan pekan ini bahwa dia akan membahas masalah ini dengan para pemain. Namun tampaknya tidak ada sisa permusuhan pada hari Rabu, saat Neymar dan Cavani masing-masing mencetak gol dalam kemenangan 3-0 Liga Champions atas Bayern Munchen.

Berbicara setelah itu, pemain internasional Brasil itu mengecam klaim dari mereka yang “tidak tahu” tentang kejadian di Parc des Princes.

“Mereka menciptakan banyak cerita,” katanya. “Mereka berbicara terlalu banyak, mereka berbicara tentang hal-hal yang tidak mereka ketahui.”

“Mereka mencoba menyusup ke ruang ganti dan akhirnya membuat klaim tentang hal-hal yang tidak ada.”

Neymar menambahkan bahwa penalti di masa depan telah “diputuskan” meski dia menolak untuk mengatakan bagaimana penentuannya.

Cavani, sementara itu, bersikeras bahwa ada perbedaan pendapat antara pemain mungkin tidak akan memiliki dampak ketika urusan sampai ke pertandingan.

“Semua orang berbeda,” katanya kepada Mediaset. “Kami semua mungkin memiliki cara hidup dan melihat sesuatu yang berbeda, tapi ketika kami berada di lapangan, kami harus bekerja sama seolah-olah kami adalah keluarga yang bekerja menuju tujuan yang sama: sebuah kemenangan.”