Presiden Bayern Sebut Alasan Sesungguhnya Pecat Carlo Ancelotti

  • Presiden Bayern Munchen Uli Hoeness membuka alasan kenapa Carlo Ancelotti harus dipecat dari kursi kepelatihan usai kalah dari PSG.

Carlo Ancelotti

Uli Hoeness mengungkapkan bahwa posisi Carlo Ancelotti di Bayern Munchen sulit untuk dipertahankan karena adanya pemain-pemain yang memberontak terhadap sang pelatih.

Pria asal Italia itu telah resmi dipecat dari jabatannya usai kalah tiga gol tanpa balas dari Paris Saint-Germain di kompetisi Liga Champions, Kamis (28/09) dini hari WIB kemarin.

Dalam pengumuman resminya, Karl-Heinz Rummenigge menyebut performa skuat sebagai alasan kenapa Ancelotti dipecat.

Namun menurut Uli Hoeness, ada lima pemain yang memberontak terhadap Carlo Ancelotti sehingga pelatih kawakan tersebut harus ditendang.

“Ada lima pemain yang melawan Ancelotti. Mustahil untuk keluar dari [situasi] seperti itu,” tutur Hoeness pada Westfalenpost.

Gosipnya, Robert Lewandowski, Thomas Muller dan Arjen Robben memiliki pendapat serupa perihal kekecewaannya dilatih Ancelotti.

Khusus Arjen Robben, pria asal Belanda itu bahkan menolak untuk memberikan dukungan kepada Carlo Ancelotti selepas ditekuk PSG.

“Saya tidak akan menjawab itu,” ujar Robben kala ditanya perihal dukungan para pemain kepada sang pelatih, seusai pertandingan.

“Kita bisa bilang ini kekalahan yang menyakitkan. Di laga sebesar ini, Anda tidak akan pernah mau mengalami kekalahan.”

“Saya sekarang berada di musim kesembilan bersama FC Bayern. Kekalahan ini bukan sesuatu yang biasa saya alami. Tapi ini bagian dari sepak bola.”

“Yang terpenting adalah kami tetap bersatu. Kami pernah mengalami momen-momen indah. Kita harus mengalaminya kembali.”

“Saya tidak akan berbicara soal itu. Walau satu kata pun,” tambah Robben kala disinggung perihal skuat yang diturunkan di Parc des Princes.

“Kami harus tenang. Siapapun dari luar [tim] yang tidak senang tidak akan bisa membantu tim,” tegasnya.