Rummenigge Sesali Pertemuan Bayern Munchen vs Real Madrid

  • Rummenigge ternyata sangat sesali pertemuan Bayern Munchen vs Real Madrid. Hal itu ia sampaikan melalui AS dengan meyakinkan.

Karl-Heinz Rummenigge, CEO Bayern Munchen
Karl-Heinz Rummenigge, CEO Bayern Munchen

Rummenigge ternyata sangat sesali pertemuan Bayern Munchen vs Real Madrid. Hal itu ia sampaikan melalui AS dengan meyakinkan.

Berita Bola, Liga Champions – Karl-Heinz Rummenigge percaya jika pertemuan Real Madrid kontra Bayern Munich akan menjadi pertunjukan yang mewah di Wales, tepat pelaksanaan partai puncak Liga Champions.

Akan tetapi kedua kesebelasan harus saling menyingkirkan di babak perempat-final, yang mana pertemuan pertamanya akan dilaksanakan di Alianz Arena, Kamis (13/04) dini hari WIB nanti.

Bagi Rummenigge, kedua klub mempunyai sejarah panjang dan dicatatkan dalam lembaran emas sehingga bisa menambah gengsi laga nanti.

“Tentu saja. Seperti Bayern, Madrid adalah klub yang telah menanjak karena kekuatannya sendiri. Tidak ada yang memberikan pertolongan. Semua bermula di 1960an dengan [Alfredo] Di Stefano, dan kemudian kami di 1970an bersama [Franz] Backenbauer,” tutur Rummenigge pada AS.

“Kedua klub mempunyai tradisi-tradisi masing-masing. Dan mereka tidak membutuhkan seorang taipan untuk memberikan pundi-pundi uang.”

“Apa yang saya pikirkan ketika pengundian telah ditentukan? Seharusnya pengundian itu bisa lebih baik lagi! Di sisi lain Anda menerimanya, namun di sisi lain seharusnya laga indah ini dilangsungkan di Wales [tempat final nanti].”

Di laga nanti Carlo Ancelotti akan bersua mantan anak asuhnya dan juga asistennya dahulu, Zinedine Zidane, setelah dua tahun berkarir di Los Blancos.

Menurut Karl-Heinz Rummenigge, pengalaman di Santiago Bernabeu membuat Ancelotti selangkah lebih baik dibandingkan Zidane karena sudah kenal permainan bekas timnya dahulu dan merasa optimis sebab pelatih asal Italia itu berbeda dengan Josep Guardiola.

“Ketika Anda baru melatih sebuah tim yang tidak berubah banyak, maka Anda akan tahu sampai ke detak jantungnya, dalam hal ini Madrid. Tapi saya yakin Zidane pun tau denyut nadi kami.”

“Anda termotivasi. Saya melihat adanya perbedaan antara Ancelotti dan pep. Ketika kami menghadapi Madrid tiga tahun lalu, Pep terlalu termotivasi. Sedangkan Carlo mengekspresikan ambisi-ambisinya dengan cara berbeda.”

“Keduanya pelatih yang hebat, tapi mempunyai karakter yang berbeda. Namun tidak diragukan lagi jika kami melanjutkan apa yang menjadi kelebihan dari gaya yang diterapkan Pep selama tiga tahun di Munich,” tambahnya.