Sistem Unggulan Baru Liga Champions Diresmikan

5

Selama ini sistem unggulan di Liga Champions didasarkan pada dua hal, prestasi sebuah klub di ajang turnamen itu, dan prestasi liga domestik terhadap kompetisi di Eropa. Makin sering sebuah klub lolos ke putaran-putaran akhir Liga Champions, makin diunggulkan dia dan makin unggul posisi liga tempat ia bernaung terhadap liga lainnya di Eropa. Tetapi kita lihat keanehan-keanehan. Misalnya saja Manchester City […]

Sistem Unggulan Baru Liga Champions Diresmikan - berita Liga Champions Liga Europa

Selama ini sistem unggulan di Liga Champions didasarkan pada dua hal, prestasi sebuah klub di ajang turnamen itu, dan prestasi liga domestik terhadap kompetisi di Eropa.

Makin sering sebuah klub lolos ke putaran-putaran akhir Liga Champions, makin diunggulkan dia dan makin unggul posisi liga tempat ia bernaung terhadap liga lainnya di Eropa.

Tetapi kita lihat keanehan-keanehan.

Misalnya saja Manchester City yang jadi juara Premier League musim lalu dimasukkan dalam Pot 2, bukan Pot 1 yang merupakan unggulan pertama, dan sebagai akibatnya Man City jatuh satu grup dengan Bayern Munich yang juara Bundesliga.

Contoh lainnya adalah Grup A, di mana klub-klub juara dari empat liga berkumpul di satu grup, yakni Atletico Madrid (Spanyol), Juventus (Italia), Olympiakos (Yunani) dan Malmo (Swedia).

Undian semacam ini tidak fair untuk Juventus yang sudah juara Serie A selama tiga musim berurutan. Seakan-akan dia kalah kualitas dibandingkan Atletico Madrid.

Di sisi lain, Arsenal yang hanya menduduki ranking keempat Premier League musim lalu malah dimasukkan ke unggulan Pot 1. Demikian juga Chelsea, ranking ketiga liga, masuk Pot 1.

Hal ini mendatangkan kritik, mempertemukan para juara (champions) liga di babak penyisihan grup bukanlah misi utama Liga Champions.

Sesuai nama yang disandangnya, seharusnya juara-juara liga itu saling bertemu di babak-babak akhir Liga Champions, bukan di awal.

Karena itu UEFA mulai musim 2015/2016 akan mengubah sistem seeding atau unggulan menjadi sebagai berikut:

1. Juara dari tujuh liga teratas Eropa akan dimasukkan ke Pot 1, tidak peduli bagaimana prestasinya di lima tahun terakhir di Liga Champions. Tujuh liga teratas menurut UEFA adalah Spanyol, Inggris, Jerman, Italia, Portugal, Prancis, dan Rusia.
2. Satu posisi lagi akan diisi sang juara bertahan.
3. Juara Liga Europa akan otomatis masuk ke Liga Champions tahun berikutnya, terlepas dari posisinya di liga lokal.
4. Urutan ketiga masing-masing grup champions tidak otomatis maju ke babak playoff Liga Europa. Alasannya, tidak masuk akal sebuah klub yang tersisih dari kompetisi elit Eropa diberi penghargaan dengan kesempatan kedua.