Wasit Atletico Madrid vs Leicester City Lebih Kaya Dari Pemainnya

Wasit laga Atletico Madrid vs Leicester City jelas-jelas anti suap. Kekayaannya bisa melebihi harta sejumlah pemain sepak bola yang dipimpinnya, Kamis lusa.

Robert Lewandowski - Laurent Koscielny - Jonas Eriksson

Gilabola.com – Wasit laga Atletico Madrid vs Leicester City jelas-jelas anti suap. Kekayaannya bisa melebihi harta sejumlah pemain sepak bola yang dipimpinnya, Kamis lusa.

Wasit asal Swedia, Jonas Eriksson, akan memimpin pertandingan perempat final antara finalis tahun lalu, Atletico Madrid, menghadapi juara Inggris, Leicester City, pada Kamis WIB.

Eriksson, sudah menjadi wasit internasional sejak tahun 2002. Pertandingan terakhir yang melibatkan Rojiblancos terjadi di musim 2013/14, pada leg pertama semi final melawan Chelsea, yang berakhir dengan skor imbang, 0-0.

Dia juga memimpin laga perempat final Liga Europa yang melibatkan Atletico di masa lalu, yakni ketika mereka mengatasi perlawanan Besiktas dengan skor 3-1.

Eriksson akan memperoleh bantuan di Estadio Vicente Calderon dari Mathias Klasenius, Daniel Warnmark, Mehmet Culum, Stefan Johannesson dan Markus Strombergsson pada tim wasitnya.

Wasit Jonas Eriksson dikenal kaya raya setelah orang yang sebelumnya berkarir sebagai wartawan itu menjual sebagian saham di perusahaan media miliknya beberapa tahun lalu.

Beberapa wasit sepak bola bisa mendapatkan gaji hingga 70.000 pound setahun – setara dengan Rp 1,15 Milyar – tetapi Eriksson bisa mendapat penghasilan lebih dari itu dari bunga bank selama setahun saja.

Itu terjadi karena wasit berusia 43 tahun itu sudah menjadi multi-jutawan setelah menjual 15 persen saham di bisnis hak cipta media olahraga di Swedia seharga lebih dari 6 juta pound, atau Rp 98 Milyar, lebih dari enam tahun yang lalu.

Eriksson, yang telah menjadi wasit sepak bola sejak tahun 1994, pernah menjadi berita utama setelah abai untuk mengusir keluar striker Robert Lewandowski yang menyikut wajah pemain Arsenal Laurent Koscielny saat Borussia Dortmund menang melawan The Gunners.

Wasit ini, yang tinggal di sebuah kota indah, Sigtuna, di utara Stockholm, mengatakan kepada UEFA pada bulan Agustus: “Saya memiliki kehidupan yang fantastis sebagai pebisnis … tapi sejak tahun 2011, saya sudah mendedikasikan diri sepenuhnya untuk menjadi wasit profesional dan saya menjalani waktu terbaik dalam hidup saya.”

Dan berbicara tahun lalu, ia berkata: “Semua uang tidak mengubah apa pun. Hal terbaik yang saya lakukan dalam hidup saya adalah menjadi wasit sepak bola.”

Insiden Robert Lewandowski bukan kontroversi pertama Eriksson.

Dia menanggung caci maki para pemain Rangers pada 2009 setelah mengabaikan permohonan penalti dalam pertandingan Liga Champions melawan Sevilla. Manajer asal Skotlandia Gordon Strachan mengatakan setelah pertandingan bahwa wasit asal Swedia itu “…tidak boleh diberi permainan lain di Liga Champions … dia tidak cukup baik.”

Dan dia memicu lebih banyak kecaman pada musim 2011-2012 ketika ia menolak dua klaim penalti dari Barcelona saat main imbang tanpa gol melawan AC Milan di San Siro pada perempat final Liga Champions.

Jadi siap-siaplah ia menolak lagi satu atau dua klaim penalti di laga Atletico Madrid vs Leicester City, Kamis nanti.

Sepakbola.cc