Zinedine Zidane Tidak Anggap Dirinya Gagal Jika Kalah Dari Atleti

  • Zinedine Zidane tidak menganggap dirinya dan tim gagal total jika kalah dari Atletico Madrid di final Liga Champions nanti.

Zinedine Zidane tidak menganggap dirinya dan tim gagal total jika kalah dari Atletico Madrid di final Liga Champions nanti.

Opini yang menyatakan Zidane gagal didasari oleh kemungkinan Real Madrid tidak mendapatkan satu pun piala, dimana Copa del Rey dan Liga Spanyol sudah dikuasai oleh FC Barcelona.

Oleh karena itu, El Real wajib untuk juara, baik itu demi kebanggaan dan juga demi karir Zidane sendiri.

Seperti diberitakan sebelumnya, presiden Florentino Perez siap untuk bersua dengan Unai Emery andai Zidane gagal mempersembahkan piala.

“Saya tidak menganggap sebagai kegagalan jika kami kalah. Tidak ada seorang pun yang bisa menyamai apa yang telah kami lakukan sekarang.”

“Kegagalan hanya bisa muncul dari sikap yang buruk dan jika kami tidak bisa bersikap seperti yang telah kami lakukan dua tahun lalu, maka itu sebuah kegagalan. Namun ini hanya permainan sepak bola,” ujar pria asal Perancis ini pada konfrensi pers jelang final, Jumat (27/5).

“Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi nanti. Yang pasti kami sudah siap untuk pertandingan final.”

“Kami hanya tinggal bermain satu laga lagi. Kami semua senang bisa masuk final dan siap adalah kata yang tepat. Itu saja. Tinggal satu malam lagi, tidur dan esoknya bermain di babak final.”

Bagi Zidane, klub yang bisa masuk babak final Liga Champions tentunya adalah tim terbaik karena diisi dengan kerja keras dan pengorbanan.

“saya bekerja keras dengan para pemain dan kami layak berada di final. Begitu pula dengan Atletico Madrid. Kami berdua sangat layak bertanding di final.”

“Saya senang dengan hasil yang telah kami raih dan usaha yang telah kami lakukan. Kami telah bersusah payah, tapi itu normal. Tanpa pengorbanan sangat mustahil bisa masuk final.”

Meski memiliki skuat yang sedikit berbeda dengan babak final dua tahun lalu, namun Zinedine Zidane optimis karena modal utama Real Madrid adalah kerjasama tim, bukan individu tertentu.

“Beberapa pemain keluar tapi filosofi klub tetap sama. Ide untuk Real Madrid adalah selalu mengikuti jejak perolehan sejarah klub yang sangat luar biasa. Untuk bersatu, bekerja sama dengan rekan satu tim, bermain baik dengan kualitas dan bermain baik di setiap laga.”

“Yang kami inginkan esok adalah mengulangi dan memberikan segalanya demi kemenangan.”

Kala disinggung perihal Carlo Ancelotti, dimana Zidane belajar banyak sebagai asisten pelatih, Zizou ingin memenuhi harapan manajer Bayern Munich tersebut.

“Carlo Ancelotti berkata banyak pada saya. Sebelum final Lisbon, dia berkata ‘Semoga suatu hari nanti kamu akan merasakan babak final sebagai pelatih’ dan sekarang saya ada di sini.”