Belanda kalah, ini penyebabnya

6

Sulit dipercaya Belanda yang mendominasi pertandingan dan terus menekan lawan sepanjang pertandingan harus menelan kekalahan 0-1 dari Denmark dalam pertandingan di Grup B Piala Eropa 2012, Sabtu (9/6) malam. Apa yang salah dari “Tim Kincir Angin”? Ini dia pendapat mantan pemain Timnas Belanda yang saat ini bermain di AC Milan, Clarence Seedorf. Menurut Seedorf, ada […]

Belanda kalah, ini penyebabnya - berita Liga Europa Sulit dipercaya Belanda yang mendominasi pertandingan dan terus menekan lawan sepanjang pertandingan harus menelan kekalahan 0-1 dari Denmark dalam pertandingan di Grup B Piala Eropa 2012, Sabtu (9/6) malam. Apa yang salah dari “Tim Kincir Angin”? Ini dia pendapat mantan pemain Timnas Belanda yang saat ini bermain di AC Milan, Clarence Seedorf.

Menurut Seedorf, ada empat kelemahan tim Belanda dalam laga semalam. Kelemahan-kelemahan itu adalah kurangnya koordininasi di lini belakang, para pemain seperti tak punya energi dan kurang agresif, kurang nyaman atau tenang saat di dalam kotak penalti lawan, dan adanya jarak antara lini belakang dengan depan.

Gol semata wayang Denmark yang dicetak Michael Krohn-Dehli pada menit ke 23 terjadi murni karena tidak adanya koordinasi antara Mark van Bommel dan bek tengah John Heitinga saat Krohn-Dehli masuk ke dalam kotak penalti dan kemudian melepaskan tembakan ke dalam gawang Belanda.

“Mark van Bommel dan John Heitinga melakukan sejumlah kesalahan, termasuk saat terjadinya gol Denmark, yang dicetak Michael Krohn-Dehli pada menit ke-24,” kata Seedorf.

Seedorf juga menilai para pemain Belanda tampil seperti tak berenergi dan kurang agresif. Mereka berhasil menguasai bola hingga ke jantung pertahanan Denmark, tapi terkesan enggan berjibaku dengan pemain-pemain lawan untuk memenangi bola. “Belanda seperti kehilangan energi. Mereka seharusnya bermain lebih agresif,” katanya.

Ia juga melihat Robin van Persie dan pemain-pemain depan kurang tenang dalam menyelesaikan peluang-peluang emas. “Saya melihat Robin tak cukup santai di depan. Mungkin ia terlalu dibebani tanggungjawab untuk mencetak gol. Saya pikir, beberapa gol bisa tercipta jika mereka lebih tenang saat melakukan tembakan,” jelasnya.

“Belanda memulai babak kedua dengan baik, tetapi lini belakang terlalu jauh dari para penyerang. Mereka terpecah dua. Itu yang membuat lawan dengan mudah menutup ruang gerak mereka,” tutup Seedorf.

Anda sepakat dengan Seedorf, atau punya pendapat lain?