Euro 2012: Awas! Turis Asia terancam dirampok, diperkosa

Bagaimana rasanya main di sebuah laga bola, dan setiap kali menggiring bola diejek oleh para penonton sebagai monyet? Ejekan itu termasuk di antaranya gerakan-gerakan monyet, meloncat-loncat, dan suara-suara teriakan khas monyet? Perilaku seperti inilah yang coba dihapus dari kultur permainan bola yang beradab. Apalagi Eropa merasa sebagai guru atas semua peradaban. Dan sebuah ajang nomor […]

Liga Europa  - Euro 2012: Awas! Turis Asia terancam dirampok, diperkosa

Bagaimana rasanya main di sebuah laga bola, dan setiap kali menggiring bola diejek oleh para penonton sebagai monyet? Ejekan itu termasuk di antaranya gerakan-gerakan monyet, meloncat-loncat, dan suara-suara teriakan khas monyet?

Perilaku seperti inilah yang coba dihapus dari kultur permainan bola yang beradab. Apalagi Eropa merasa sebagai guru atas semua peradaban. Dan sebuah ajang nomor tiga terbesar di dunia setelah Piala Dunia dan Olimpiade dilangsungkan di Eropa bulan Juni-Juli 2012 ini.

Pada tanggal 28 Mei 2012 televisi BBC melansir sebuah program yang berisi isu-isu rasisme, antisemitisme dan hooliganisme sepak bola di kalangan pendukung Polandia dan Ukraina. Program ini diberi judul Euro 2012: Stadiums of Hate.

Program dokumenter itu memperlihatkan para pendukung Polandia dan Ukraina meneriakkan slogan-slogan antisemitic dan menampilkan berbagai simbol dan spanduk yang memamerkan dominasi kekuatan kulit putih. Dalam program itu diperlihatkan bagaimana fans melakukan hormat ala Nazi, dan suara ejekan khas monyet kepada para pemain kulit hitam.

Para pendukung klub bola Metalist Kharkiv terlihat menyerang sekelompok mahasiswa asal Asia di Stadion Olahraga Oblast Metalist Complex, salah satu stadion pertandingan di Ukraina yang akan menjamu laga-laga Grup B Euro 2012. Kejadian itu menimbulkan kekuatiran bahwa tindakan serupa terhadap turis-turis Asia saat Euro 2012 mungkin saja terulang kembali.

Pemerintah berbagai negara yang penduduknya multirasial seperti Perancis, Denmark, dan Inggris telah memperingatkan para penggemar tentang risiko kekerasan rasial di kedua negara tuan rumah Euro 2012 tersebut. Pelatihan anti-diskriminasi pelatihan telah diberikan kepada 80.000 petugas polisi di Ukraina, di mana sikap polisi terhadap kejahatan rasial sebelumnya telah dikritik oleh Departemen Luar Negeri AS.

Namun film dokumenter ini dikritik sebagai sesuatu yang tidak adil oleh penyelenggara Euro 2012. Jubir pemerintah Ukraina mengatakan bahwa semua itu merupakan mitos dan bahwa “simbol Nazi pun dapat dilihat di … setiap pertandingan di Inggris.” Perdana Menteri Polandia Donald Tusk menyatakan: “Tak seorang pun yang datang ke Polandia akan berada dalam bahaya karena alasan ras. Ini bukan kebiasaan kami.”