Everton Main Imbang, Koeman Sebut Skuadnya Ketakutan

  • Ronald Koeman mengaku anak asuhnya terlalu takut bermain lepas sehingga Everton ditahan imbang oleh Apollon Limassol di Liga Europa.

Ronald Koeman

Manajer Everton Ronald Koeman memberikan alasan kenapa tim besutannya berhasil ditahan imbang lawannya, Apollon Limassol, di ajang Liga Europa.

Pada pertandingan yang dilangsungkan di Goodison Park, Jumat (29/09) dini hari WIB itu, tim tuan rumah dipaksa meraih satu poin setelah hanya mampu main sama kuat, 2-2.

Apollon sempat unggul lebih dulu melalui Adrian Corpa di menit 12, sebelum Wayne Rooney menyamakan kedudukan 10 menit kemudian.

Nikola Vlasic membawa The Toffees unggul di babak kedua namun sayang sundulan Hector Yuste membuyarkan harapan Ronald Koeman meraih tiga poin.

Kini tugas manajer asal Belanda itu adalah mengembalikan kepercayaan diri anak asuhnya di laga kontra Burnley pada akhir pekan nanti.

“Terkadang ketika Anda bermain penuh kesulitan, itu artinya Anda terlalu takut bermain sepak bola,” ujar Koeman pada BT Sport, seusai laga.

“Jika beberapa pemain (ketakutan) maka sepak bola akan sulit dimainkan. Kami memulai laga dengan buruk tanpa ada kepercayaan diri, dengan membuat banyak kesalahan.”

“Tantangan saat ini adalah mengembalikkan kepercayaan diri tim. Anda harus memulai laga lebih baik lagi. Jika memulai (pertandingan) dengan banyak kesalahan seperti hari ini, maka akan sulit.”

“Lihat saja gol pertama. Sangat mengejutkan. Memenangkan beberapa laga bisa menjadi obat yang baik tapi saat ini (kepercayaan diri pemain) akan sama pada akhir pekan nanti. Perasaan ini seperti kalah, bukan imbang,” tambahnya.

Sementara itu Wayne Rooney merasa Everton layak untuk memenangkan laga tersebut namun Ia memberikan pujian untuk Apollon.

“Kami kemasukan gol di penghujung laga, tapi kami sebetulnya layak menjadi pemenang,” tutur eks Manchester United ini.

“Apollon tim yang bagus. Tidak ada pertandingan yang mudah di Liga Europa atau di Liga Inggris. Kami hanya membutuhkan gol penyeimbang itu untuk mematikan laga. Gol-golnya ceroboh. Ini hanya bernilai satu poin, bukannya tiga.”