Frustrasi Memuncak, Liverpool Gagal Menang

  • Melawan Rubin Kazan yang cuma terdiri dari 10 pemain pun Liverpool gagal menang, padahal sambutan meriah sudah dilakukan penonton Anfield sejak awal dan berbagai syal bertuliskan “King of the Kop, Juergen Klopp” laris terjual di luar stadion.

Berita Bola : Melawan Rubin Kazan yang cuma terdiri dari 10 pemain pun Liverpool gagal menang, padahal sambutan meriah sudah dilakukan penonton Anfield sejak awal dan berbagai syal bertuliskan “King of the Kop, Juergen Klopp” laris terjual di luar stadion.

Bos Liverpool Juergen Klopp mengalami frustrasi pertamanya di Anfield selagi Reds ditahan imbang oleh 10 orang Rubin Kazan di ajang Liga Europa, Jumat dinihari WIB.

Tim tamu memimpin lebih dulu melalui satu serangan menakjubkan tendangan setengah voli Marko Devic tetapi kapten Oleg Kuzmin kemudian diusir keluar pada menit 36 untuk kartu kuning kedua.

Liverpool merespon dengan Emre Can merobek jala gawang menyusul satu tendangan bebas setelah pelanggaran Kuzmin tersebut.

Satu tendangan keras pemain pengganti Christian Beneteke membentur tiang pada beberapa menit jelang akhir saat Liverpool mencatatkan hasil imbang berturut ketiga kalinya di Grup B.

Meskipun terus bermain menekan hingga akhir, itu akhirnya menjadi malam yang sulit bagi Klopp dan Liverpool karena mereka kesulitan untuk memecahkan lini pertahanan lawan mereka untuk sebagian besar waktu pertandingan.

Kedatangan Klopp telah disambut dengan kegembiraan oleh fans Liverpool sejak ia dikukuhkan sebagai pengganti Brendan Rodgers.

Pria berusia 48 tahun itu tampil pertama kalinya saat Liverpool tandang ke Tottenham akhir pekan lalu tetapi hari Kamis ini menandai penampilan kompetitif pertamanya di Anfield.

Dalam buku catatan program, Klopp memuji “suasana khusus” yang dibuat oleh para fans dan mereka memberikan sambutan hangatnya untuk sang pelatih asal Jerman tersebut.

Pedagang kios di luar stadion menjual syal yang menyebut soal “revolusi Klopp” sementara fans menunggu dengan penuh semangat untuk memiliki tanda tangan dan berfoto dengan manajer baru mereka.

Penampilan Klopp dari terowongan sebelum kick-off disambut dengan tepuk tangan meriah, tetapi setiap saja tak bisa dihindari munculnya rasa frustrasi setelah sekali lagi Liverpool gagal mengatasi tantangan lawan mereka itu.