Marouane Fellaini Cetak Rekor Tak Mengejutkan di Final Liga Europa

Marouane Fellaini telah mencetak rekor yang tidak terlalu mengejutkan di Final Liga Europa. Hal itu juga tak mengejutkan Jose Mourinho.

Liga Europa  - Marouane Fellaini Cetak Rekor Tak Mengejutkan di Final Liga Europa

Berita Liga Europa – Tak hanya Jose Mourinho dan Manchester United yang mencatatkan rekor setelah juara Liga Europa, gelandang Marouane Fellaini juga mencetak rekor, rekor yang mungkin tak mengejutkan siapapun.

Gelandang MU tersebut mencetak rekor dalam duel udara dalam pertandingan seru di Stockholm, memenangkan sejumlah rekor duel pada kompetisi tersebut.

Marouane Fellaini telah lama dikenal sebagai pemain dengan kekuatan yang sangat baik di udara dan, pada Kamis dini hari WIB di final Liga Europa, dia menunjukkan betapa dominannya dia dalam duel udara.

Manchester United bangkit dari musim buruk mereka di final di Stockholm dengan kemenangan 2-0 atas Ajax, dengan Paul Pogba dan Henrikh Mkhitaryan mendapatkan gol untuk membawa United memenangkan mahkota Liga Europa pertama mereka dan meraih tempat di Liga Champions tahun depan.

Gelandang tinggi Marouane Fellaini pun tampak menonjol di laga itu dengan memenangkan 15 bola udara  – sebuah catatan rekor terbaik tidak hanya untuk final Liga Europa, namun untuk keseluruhan kompetisi sejak beralih dari Piala UEFA di musim 2009-10.

Marouane Fellaini yang telah memenangkan 15 duel udara vs Ajax pun mencatatkan rekor baru dalam satu pertandingan di sejarah Liga Europa (2009-sekarang) sebagai pemain dengan kemenangan duel udara terbanyak. Memang sangat-sangat tidak mengejutkan.

Pemain internasional Belgia berusia 29 tahun, yang bergabung dengan klub Everton selama kampanye 2013-14, bermain dalam 11 pertandingan Liga Europa untuk United musim ini, menjadi starter di tujuh pertandingan dan mencetak satu gol.

Ajax juga mencetak rekor mereka sendiri saat tim Belanda itu menerjunkan tim yang berusia rata-rata 22 tahun dan 282 hari – tim termuda yang pernah memulai final di kompetisi Eropa, dengan Matthijs de Ligt menjadi pemain termuda yang pernah ada di dalamnya. Di Final Europa ia baru berusia 17 tahun dan 285 hari.