Pioli Sebut Inter Milan Kalah Karena Sombong

13

Berita Bola – Stefano Pioli kecewa berat pada penampilan Inter Milan setelah kekalahan 3-2 dari Hapoel Be’er Sheva, Jumat (25/11).

Pioli Sebut Inter Milan Kalah Karena Sombong - berita Liga Europa

Pioli Sebut Inter Milan Kalah Karena Sombong - berita Liga Europa

Berita BolaStefano Pioli kecewa berat pada penampilan Inter Milan setelah kekalahan 3-2 dari Hapoel Be’er Sheva, Jumat (25/11).

Kekalahan dalam laga kelima Grup K Liga Europa di markas klub Israel itu menyebabkan Inter Milan tersingkir. Mereka terpaku di posisi juru kunci dengan nilai 3 dari lima pertandingan, terpaut sembilan poin di belakang pemuncak klasemen Sparta Prague.

Inter Milan bermain impresif di babak pertama dan berhasil unggul melalui gol dari Mauro Icardi (12) dan Marcelo Brozovic (25). Namun di babak kedua performa Inter berubah drastis. Hapoel berhasil memperkecil kedudukan lewat gol Maranhao (58) dan dua gol lainnya tercipta melalui Anthony Nwakaeme (70) dan Ben Sahar (90) setelah Samir Handanovic diusir oleh wasit karena menerima akumulasi kartu kuning.

Pioli menyebut permainan Inter di babak kedua memperlihatkan kesombongan mereka. Pelatih berusia 51 tahun itu menyayangkan sikap yang ditunjukkan oleh para pemain Inter Milan dan mereka harus memperbaiki hal itu jika ingin memenangkan pertandingan.

“Kami berhenti bermain sebagai sebuah tim dan kami sombong,” ujar Pioli pada wartawan. “Itu seharusnya tidak pernah terjadi dan kami tidak boleh melakukan hal itu jika ingin memenangkan pertandingan.”

“Kami memiliki kesempatan untuk unggul 3-0 namun kami tidak mengambilnya. Kami harus bekerja keras untuk memastikan kami tidak memberikan kesempatan pada lawan. Kami tidak bisa bermain seperti dua sisi pertandingan. Di babak pertama kami bermain dengan sangat baik, di babak kedua kami buruk. Semua yang perlu kami lakukan adalah mempertahankan sikap itu.”

“Dalam hal kebugaran kami baik-baik saja, seperti yang terlihat bahwa kami terus menekan hingga akhir. Yang terpenting di sini adalah mentalitas dan kami harus memperbaiki hal itu. Masa lalu tidaklah penting, yang penting adalah saat ini dan kami tidak bisa puas dengan hasil kerja kami sejauh ini. Kami bekejerja di semua bidang : fisik, psikologis, dan taktik. Sebuah tim yang bermain dengan baik di babak pertama tidak boleh memperlihatkan kinerja seperti itu di babak kedua.”

“Inter memiliki pemain dengan kualitas yang hebat, tapi kami perlu tahu bagaimana untuk bermain di bawah tekanan. Kinerja ini tidak layak bagi Inter. Kami bermain terlalu dalam dan membuarkan Hapoel kembali dalam permainan. Saya mengubah beberapa hal, mencoba untuk memulihkan kembali keseimbangan yang telah hilang.”