Lini Depan Barcelona vs Real Madrid, Siapa Lebih Menakutkan?

James Rodriguez hanya satu tahun di AS Monaco. Dulu ia didatangkan dari Porto dengan nilai 45 juta Euro. Kini pemain berusia 23 tahun itu pindah ke Real Madrid dengan nilai hampir dua kali lipatnya, 80 juta Euro. James kini bergabung dalam salah satu kuartet paling menakutkan di lini depan bersama Cristiano Ronaldo, Gareth Bale dan Karim Benzema.

Madrid boleh saja memenangkan Liga Champions, tapi mereka cuma finish ketiga di La Liga musim lalu. Penandatanganan Rodriguez adalah salah satu cara untuk merebut kejayaan domestik, mencoba lebih baik dari Atletico Madrid dan Barcelona. Tidak mudah karena Luis Enrique selaku manager baru Barca akan mencoba menunjukkan bahwa ia lebih baik daripada Gerardo Martino.

Kedua klub telah menghabiskan banyak uang sudah musim panas ini, tetapi siapakah yang lebih menakutkan di lini depan? Berikut adalah analisa Olly Dawes.

Andres Iniesta vs James Rodriguez

Iniesta tidak pernah menjadi pemain produktif gol, namun pengaruhnya di tim Barca tidak diragukan lagi. Dribblingnya berkelas, passing hebat dan visi yang sangat baik telah membuatnya menjadi andalan, baik dari tim Barcelona maupun timnas Spanyol beberapa tahun terakhir. Sering dimainkan di sisi kiri, Luis Enrique bisa memilih untuk memainkan sistem 4-2-3-1, di mana Iniesta akan main lebih ke tengah, posisi favoritnya.

Itu adalah juga tempat di mana Rodriguez berada, dan sementara ada banyak antusiasme soal kehadiran James, ada statistik aneh. Dari 34 penampilan untuk Monaco musim lalu, Rodriguez hanya mencatatkan sembilan gol, dibandingkan dengan enam gol untuk  lima penampilan di Piala Dunia.

Jumlah 15 assist James di liga dan Piala Dunia mengalahkan assist Iniesta yang hanya 11. Dari sisi ini Madrid lebih unggul. Tetapi dengan pengalaman dan pengetahuan Iniesta soal La Liga, itu terlalu dini untuk mengatakan Rodriguez akan tampil lebih baik daripada si mungil Spanyol itu.

Neymar vs Gareth Bale

Musim lalu Neymar masih harus berjuang banyak. Hanya 13 gol dari 36 penampilan di musim pertama di Camp Nou tentu tidak memuaskan, sementara empat gol dalam lima pertandingan di Piala Dunia menunjukkan pada semua orang bahwa Neymar mampu mencetak gol ketika diberi kesempatan.

Sebaliknya, Bale jauh lebih cepat beradaptasi. Ia mencatatkan 21 gol dari 39 pertandingan, termasuk beberapa serangan menentukan di final Copa de Rey vs Barca, serta gol yang memberi El Real keunggulan di final Liga Champions. Bale sejauh ini membuktikan bahwa dia sama berbahayanya seperti saat bersama Tottenham. Sementara itu kita masih belum benar-benar melihat hal yang sama dari Neymar. Pemain Brasil itu masih harus menunggu kesembuhan dari cedera retak tulang belakang selama beberapa minggu lagi. Dengan kata lain, Bale lebih unggul.

Lionel Messi vs Cristiano Ronaldo

Messi mungkin tak mampu memenangkan Piala Dunia, tapi ia membawa Argentina lolos ke final. Dia memulai musim lalu dengan tanda tanya setelah bergulat dengan cedera, tapi ia masih memperlihatkan bakatnya. Dari 38 pertandingan, Messi menjaringkan 36 gol dan menyumbang 11 assist. Dia sekali lagi telah membuktikan dirinya pemain terbaik di planet ini, dan sekarang akan lebih banyak aksi lagi musim depan. Enrique berencana mengembalikan Messi ke sisi kanan, di mana ia berbahaya.

Apakah Messi atau Ronaldo yang terbaik di dunia ini? Ronaldo memenangkan Ballon d’Or dan mengukir rekor mengejutkan 48 gol hanya dalam 41 pertandingan musim lalu, namun penampilannya di Piala Dunia biasa-biasa saja. Sulit untuk menentukan siapa yang lebih baik di sini. Keduanya tak diragukan lagi akan bersaing untuk trofi Pichichi sekali lagi.

Luis Suarez vs Karim Benzema

Dalam keadaan normal, rasio satu gol setiap dua pertandingan akan cukup untuk mengungguli pemain lain. Sayangnya untuk Benzema, catatan Suarez dengan Liverpool musim lalu sangat menakutkan. 31 gol dalam 33 pertandingan membawanya menyabet penghargaan Golden Boot Premier League, dan di Piala Dunia dua golnya di Sao Paulo menyingkirkan Inggris. Hanya sedikit yang meragukan bahwa Suarez adalah striker kelas dunia dan pemain sepak bola fenomenal, tapi sayangnya, kita semua tahu bahwa ia agak rasis, suka pura-pura jatuh dan tiga kali menggigit pemain lawan. Suarez menjadi simbol kebencian di antara semua penggemar non-Liverpool selama merumput di Inggris, dan masalah gigitannya kini telah menghasilkan larangan empat bulan, meski agaknya agak dikurangi.

Sementara itu Benzema memperlihatkan bahwa ia pantas membela Prancis di Piala Dunia. Benzema tidak pernah menjadi favorit fans di Bernabeu, terutama karena kecerobohannya di depan gawang, tapi ia secara teratur menjadi pencetak gol reguler untuk tim Carlo Ancelotti.

Jika Anda menilai pemain secara individual, Barcelona lebih menakutkan. Namun, serangan mereka tampak terputus-putus musim lalu karena masing-masing berjuang untuk menemukan ruang, dan Enrique harus menemukan cara untuk mendapatkan yang terbaik dari masing-masing pemain. Madrid mengubah sistem mereka dari 4-2-3-1 ke 4-3-3 musim lalu untuk memaksimalkan Ronaldo dan Bale, tapi sekarang dengan kedatangan James Rodriguez, mereka mungkin akan kembali ke 4-2-3-1 yang tampak tidak meyakinkan.

Kedua tim memiliki tanda tanya, namun kedua tim juga memiliki senjata besar. Itu hanya berarti pertempuran untuk gelar La Liga akan sangat kompetitif seperti biasanya.