Lionel Messi Cs Kini Malah Rugikan Argentina

6

  Pecinta sepakbola Argentina dilanda euforia seiring keberhasilan tim nasionalnya menembus kualifikasi 16 besar. Namun, siapa sangka, keberhasilan Lionel Messi cs kini malah rugikan Argentina. BBC News merilis, Jumat (27/06/2014), perekonomian Argentina kini tengah goyah akibat tingginya inflasi, banyak dana yang ditarik keluar serta lambatnya pertumbuhan ekonomi di negara Lionel Messi. Terlebih kini, cadangan devisa […]

Lionel Messi Cs Kini Malah Rugikan Argentina - berita Internasional Piala Dunia

 

Pecinta sepakbola Argentina dilanda euforia seiring keberhasilan tim nasionalnya menembus kualifikasi 16 besar. Namun, siapa sangka, keberhasilan Lionel Messi cs kini malah rugikan Argentina.

BBC News merilis, Jumat (27/06/2014), perekonomian Argentina kini tengah goyah akibat tingginya inflasi, banyak dana yang ditarik keluar serta lambatnya pertumbuhan ekonomi di negara Lionel Messi. Terlebih kini, cadangan devisa Argentina makin merosot.

Pemerintah Cristina Fernandez telah melakukan berbagai tindakan guna menahan terlalu banyak uang keluar dari negerinya. Bahkan awal tahun ini, pemerintah sudah melarang masyarakatnya berbelanja online dari situs-situs asing.

Hal tersebut memang menjadi faktor utama yang membuat biaya hidup terus meningkat di Argentina. Belum lagi, jumlah cadangan devisa yang dikelola bank sentral Argentina juga merosot 30 persen tahun lalu.

Makin parah, jumlahnya kini kurang dari US$ 30 miliar, dan merupakan level terendah sejak 2006. Penurunan tersebut menghambat kemampuan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan membayar utang dan mendanai impor.

Sekarang peluang Argentina akan bertahan lebih lama di ajang Piala Dunia malah akan semakin memperburuk kondisi yang sudah parah tersebut. Bagaimana tidak, warganya yang telah berada di Brasil akan membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhan di mana mereka harus menarik uang lebih banyak keluar dari negaranya.

Menurut perusahaan riset ekonomi Perspectivas Economicas, setiap fans sepakbola yang terbang ke luar negeri diprediksi menghabiskan sekitar US$ 2.000 dan sekitar US$ 200 juta untuk semuanya.