LVG Bukan Tukang Sulap, Fans Harus Siap-siap Kecewa

Statistik tidak pernah bohong. Jika fans Manchester United berharap klub pujaan mereka langsung bersinar sejak laga perdana awal musim ini, maka siap-siaplah kecewa. Di tiga klub sebelum ini, LVG selalu memulai musim secara lambat. Di bawah ini detailnya.

Pelatih asal Belanda itu mengambil alih Bayern Munich pada musim panas 2009. Setelah 13 pertandingan, LVG hanya memenangkan lima, timnya berada di ranking ketujuh menjelang akhir November 2009. Mereka gagal untuk memenangkan tiga pertandingan pertama penyisihan grup Liga Champions. Pada bulan Mei 2010, Bayern mulai menemukan bentuk mereka, memenangkan Bundesliga dan mencapai final Liga Champions, namun Van Gaal dilibas oleh Inter Milan asuhan Jose Mourinho.

Di AZ Alkmaar Belanda juga begitu. Dua tahun pertama hanya di urutan kedua dan ketiga di akhir musim. Setelah 14 laga pertama hanya di urutan ketiga. Musim ketiganya malah lebih parah lagi (lihat stat di bawah), sebelum akhirnya membaik dan finish di urutan pertama pada musim keempat. Itu pun ditandai dengan kekalahan di dua laga perdana.

Dua musim di Barcelona diwarnai dengan dua nasib berbeda. Musim 1997-98 dan 1998-99 berakhir dengan sukses. Sementara musim 2002-03 berakhir dengan kegagalan. LVG dipecat selagi Barca di posisi 12.

LVG Bukan Tukang Sulap, Fans Harus Siap-siap Kecewa

Advertisement