Main Bola, Kalah 0-6, Bus Dilempari Batu, Bus Jemput di Landasan

5

Salah satu klub paling sukses di Brazil menghadapi kritik keras dari para pendukungnya setelah mengalami salah satu kekalahan terburuk dalam sejarah, menyebabkan beberapa fans yang marah melempari bus yang berisi pemain dan ofisial tim dengan batu dan botol. Polisi segera turun tangan dan dilaporkan tidak ada yang terluka dalam protes itu, yang terjadi hanya beberapa jam setelah Palmeiras kalah 6-0 oleh […]

Main Bola, Kalah 0-6, Bus Dilempari Batu, Bus Jemput di Landasan - berita Internasional
Salah satu klub paling sukses di Brazil menghadapi kritik keras dari para pendukungnya setelah mengalami salah satu kekalahan terburuk dalam sejarah, menyebabkan beberapa fans yang marah melempari bus yang berisi pemain dan ofisial tim dengan batu dan botol.

Polisi segera turun tangan dan dilaporkan tidak ada yang terluka dalam protes itu, yang terjadi hanya beberapa jam setelah Palmeiras kalah 6-0 oleh Goias pada hari Minggu, hasil yang menjatuhkan klub tua itu ke posisi terakhir di klasemen yang terdiri dari 20 tim.

Media setempat mengatakan, berbagai benda dilemparkan ke arah bus oleh sejumlah fans yang menunggu tim kembali ke hotel di kota Goiania menyusul kekalahan itu, salah satu yang terburuk dalam sejarah klub yang sebenarnya sedang merayakan ulang tahun ke-100 tahun ini.

Ketika tim Palmeiras tiba kembali di kota mereka, Sao Paulo, Senin, ofisial tim menghindari menggunakan terminal kedatangan utama bandara karena takut adanya protes dan kekerasan lebih lanjut dari fans mereka sendiri. Para pemain digiring memasuki bus yang parkir di sisi pesawat di landasan sebelum akhirnya kembali ke markas tim.

Sebagian besar kritik para fans adalah terhadap presiden klub Paulo Nobre, yang dituduh membuat terlalu sedikit rekrutmen pemain sejak mengambil alih klub. Nobre awal tahun ini mempekerjakan pelatih Argentina Ricardo Gareca, yang hanya bertahan tiga bulan lamanya, setelah memenangkan hanya empat dari kemungkinan 27 poin.

Sebagai tim dengan gelar juara terbanyak sepanjang sejarah, Palmeiras tampak memalukan karena sudah ketinggalan 4-0 pada menit ke-37 di laga hari Minggu itu. Goias, yang menduduki ranking ke-10 di klasemen liga Brasil, sebenarnya bukan klub bagus, bahkan secara statistik adalah tim terburuk kedua dalam soal kemampuan menyerang.

“Apa yang terjadi sangat tidak biasa,” kata pelatih Palmeiras yang baru-baru ini direkrut, Dorival Jr. “Sekarang kami harus maju terus dan mencari solusinya. Kami perlu perubahan sikap sehingga kita bisa mulai memberikan harapan bagi fans kami.”

Daftar kekalahan terburuk Palmeiras  sebelumnya adalah:
Kalah 6-0 vs Internacional pada tahun 1981.
Kalah 6-2 vs klub kecil Mirassol dalam kejuaraan negara bagian Sao Paulo tahun 2013 lalu.
Kalah 6-0 vs Coritiba di Piala Brasil pada tahun 2011.
Kalah 7-2 di kandang vs Vitoria di Piala Brasil pada tahun 2003.

Palmeiras sedang mencoba untuk menghindari degradasi kedua kali berturut-turut, dan ketiga kalinya dalam sejarah 100 tahunnya. Palmeiras bermain di divisi kedua pada tahun 2003 dan tahun 2013.

Ini bukan satu-satunya kekerasan para gilabola di Brasil akhir pekan lalu. Peristiwa lainnya terjadi dalam konfrontasi antara sesama penggemar Corinthians di stadionnya sendiri. Mereka saling bentrok di tribun dan polisi harus turun tangan dengan tongkat untuk membubarkan massa. Di Belo Horizonte, penggemar Cruzeiro melemparkan batu ke bus yang membawa para pemain dari klub rival Atletico Mineiro sebelum pertandingan di Stadion Mineirao. Tidak ada laporan cedera dalam kedua insiden itu.

Pihak berwenang mengatakan, empat orang penggemar Atletico Mineiro yang tengah dalam perjalanan menuju ke stadion menderita luka ringan setelah ditembak selama berada di halte bus di Belo Horizonte, tapi tidak jelas apakah kekerasan itu terkait langsung dengan kelompok penggemar saingan.