Malaysia menang karena wasit?

15

Timnas U-22 Malaysia mengalahkan Timnas U-22 Indonesia 1-0 dalam laga di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Minggu (9/9) malam. Gol kemenangan Malaysia dicetak oleh Rueben Thayaparan pada menit ke 42. Gelandang Indonesia, Rasyid Akbar, menilai kemenangan Malaysia itu hanya faktor keberuntungan dan dibantu wasit. “Pertandingan bisa berbeda jika wasit jeli melihat pelanggaran di dalam […]

Internasional Liga Indonesia  - Malaysia menang karena wasit?Timnas U-22 Malaysia mengalahkan Timnas U-22 Indonesia 1-0 dalam laga di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Minggu (9/9) malam. Gol kemenangan Malaysia dicetak oleh Rueben Thayaparan pada menit ke 42. Gelandang Indonesia, Rasyid Akbar, menilai kemenangan Malaysia itu hanya faktor keberuntungan dan dibantu wasit.

“Pertandingan bisa berbeda jika wasit jeli melihat pelanggaran di dalam kotak penalti terhadap Hendra Bayauw. Dua gol akan membuat permainan berbeda, bisa jadi kami bisa lebih bersemangat dan menambah gol-gol lagi,” ungkap Rasyid kepada wartawan seusai pertandingan.

Memang Hendra Bayauw sempat dijatuhkan bek Malaysia ketika menggiring bola dalam kotak penalti. Namun wasit tidak melihat kejadian itu sebagai sebuah pelanggaran sehingga tidak memberikan hadiah penalti kepada Indonesia.

Selain karena faktor wasit, kata Rasyid, Indonesia tak tampil maksimal dalam laga semalam karena waktu persiapan yang sempit. Banyak pemain yang baru bergabung sehingga belum bisa beradaptasi baik.

“Maaf atas kekalahan ini. Kendalanya, ada pemain yang baru bergabung. Persiapan kami juga minim. Hal ini membuat adaptasi dengan pemain lain kurang bagus. Yang jelas, mereka hanya menang beruntung,” kata pemain PSM Makassar itu.

Namun jika dicermati secara keseluruhan, Indonesia masih banyak melakukan kesalahan-kesalahan mendasar dalam pertandingan semalam. Kontrol bola dan umpan-umpan mereka sering tidak akurat. Para pemain juga terkesan terburu-buru dalam mengoper bola sehingga tidak mencapai sasaran dan mudah direbut pemain-pemain Malaysia. Serangan yang dibangun pun tidak tertata rapih sehingga selalu gagal begitu memasuki area penalti Malaysia.