Malu Kalah 8-0, Manajer Ini Berdoa Semoga Itu Tim Yang Berbeda

11

Gus Poyet mengklaim kekalahan 8-0 Sunderland di Southampton adalah “yang terburuk yang dia pernah rasakan di lapangan sepakbola dalam hidupnya.” The Black Cats tampil mengejutkan di St Mary karena mereka membiarkan tiga gol di babak pertama, termasuk salah satunya gol bunuh diri Liga Premier paling spektakuler dari Santiago Vergini. Tendangan yang dimaksudkan untuk membuang bola keluar lapangan itu itu […]

Internasional Liga Inggris  - Malu Kalah 8-0, Manajer Ini Berdoa Semoga Itu Tim Yang Berbeda

Gus Poyet mengklaim kekalahan 8-0 Sunderland di Southampton adalah “yang terburuk yang dia pernah rasakan di lapangan sepakbola dalam hidupnya.”

The Black Cats tampil mengejutkan di St Mary karena mereka membiarkan tiga gol di babak pertama, termasuk salah satunya gol bunuh diri Liga Premier paling spektakuler dari Santiago Vergini. Tendangan yang dimaksudkan untuk membuang bola keluar lapangan itu itu melayang dengan indah dari pinggiran kotak penalti, namun sayangnya bersarang ke gawang sendiri.

Southampton kemudian menambahkan lima gol lagi di babak kedua guna menyebabkan Poyet merasa “malu” dan bahkan “berdoa semoga itu bukan timnya di lapangan.”

Manajer asal Uruguay itu kemudian meminta para pemainnya untuk menjelaskan apa yang terjadi karena ia bingung memahami kinerja di babak kedua.

“Saya merasa kasihan terhadap para fans,” kata Poyet. “Saya harap kami tidak membuang kerja setara enam bulan atau satu tahun dalam 90 menit hari ini.”

“Saya bisa menjelaskan babak pertama, saya dapat menganalisis babak pertama. Babak kedua saya tidak bisa. Tidak ada kata-kata. Saya belum pernah melihat sesuatu yang begitu buruk. Saya merasa malu. Itu adalah terburuk yang pernah saya rasakan di lapangan sepakbola dalam hidup saya.”

“Ini akan lebih baik jika bisa mereka menjelaskannya sehingga kita semua tahu. Ada begitu banyak hal di babak kedua yang saya belum pernah lihat sebelumnya. Mereka tidak seperti diri mereka sendiri.”

“Saya berdoa itu bukan tim saya di lapangan, tapi sayangnya semua itu demikian. Semuanya yang kami coba tidak bekerja dan itu memalukan.”

Mencoba untuk melihat sisi positif dari kekalahan 8-0 ini, Poyet menambahkan bahwa pembantaian ini mengajarkan banyak hal tentang skuad yang dia pegang.

“Saya belajar lebih banyak di babak kedua saat ini daripada di keseluruhan tahun lalu,” tambahnya.

“Saya jadi tahu siapa yang berkarakter, saya tahu reaksi mereka dan siapa orang-orang yang dapat saya andalkan pada saat-saat sulit dan orang yang tidak bisa saya andalkan. Itu sangat penting bagi saya.”