Mantan Manager Manchester United Ikut Kampanyekan “Tidak”

Skotlandia baru saja menyelesaikan referendum kemerdekaan mereka. Mirip dengan pilpres Indonesia yang baru saja usai, hasilnya tipis. Sebanyak 55,4% memilih “No” terhadap pertanyaan “Haruskah Skotlandia menjadi negara independen?”. Sisanya 44,6% memilih “Yes”. Polling yang dilakukan mendekati masa-masa referendum tadinya memperlihatkan kekuatan “Ya” unggul 2% di atas “Tidak”. Namun sekitar seminggu sebelum tanggal referendum, banyak tokoh […]

Internasional Liga Inggris Liga Spanyol  - Mantan Manager Manchester United Ikut Kampanyekan "Tidak"
Skotlandia baru saja menyelesaikan referendum kemerdekaan mereka. Mirip dengan pilpres Indonesia yang baru saja usai, hasilnya tipis. Sebanyak 55,4% memilih “No” terhadap pertanyaan “Haruskah Skotlandia menjadi negara independen?”. Sisanya 44,6% memilih “Yes”.

Polling yang dilakukan mendekati masa-masa referendum tadinya memperlihatkan kekuatan “Ya” unggul 2% di atas “Tidak”. Namun sekitar seminggu sebelum tanggal referendum, banyak tokoh politik Inggris turun ke Skotlandia meminta massa untuk tetap tinggal bersama Inggris, bukan berpisah menjadi negara merdeka.

Dua mantan manager klub sepakbola Manchester United termasuk di antara mereka yang mengkampanyekan “No”. Keduanya, Sir Alex Ferguson dan David Moyes, keturunan Skotlandia.

Kepada massa, Alex Ferguson mengatakan, “800.000 orang Skotlandia, seperti saya, tinggal dan bekerja di bagian lain United Kingdom. Kita tidak hidup di sebuah negara asing; kita hanya tinggal di bagian lain dari keluarga besar United Kingdom,” katanya.

Pernyataannya itu dimuat di situs resmi yang mengkampanyekan “Tidak”, bettertogether.net

Apa hubungan kemerdekaan Skotlandia dengan sepakbola? Banyak.

Salah satunya, yang akan segera diumumkan nanti malam adalah kemungkinan Glasgow menjadi salah satu tuan rumah Euro 2020. Jika Skotlandia merdeka, bisa dipastikan Glasgow batal jadi tuan rumah karena ketidakpastian jaminan hukum dan finansial bagi penyelenggaraan Euro 2020. Menarik untuk mengamati apakah UEFA akan mengganjar Glasgow dengan hadiah sebagai tuan rumah Euro 2020 karena keputusan untuk tetap bersama Inggris ini. Di wilayah Glasgow sendiri suara “Ya” menang, tapi secara nasional “Ya” kalah 44,6% vs 55,4%.

Selain itu adalah Catalonia, satu provinsi Spanyol yang memiliki ibukota Barcelona. Dulu Catalonia adalah sebuah kerajaan terpisah dengan bahasa, budaya, dan etnis yang berbeda dari rakyat Spanyol.

November 2014 nanti mereka mengadakan referendum untuk mengumpulkan pendapat rakyat Catalonia, apakah ingin berpisah dari Spanyol. Salah satu juru kampanye bagi kemerdekaan Catalonia adalah Joseph ‘Pep’ Guardiola, mantan pelatih Barcelona yang kini berkarir di Bayern Munich.

Jika Skotlandia memilih merdeka, itu bisa mendatangkan sentimen positif bagi kemerdekaan Catalonia. Dan itu bisa berarti klub sepakbola FC Barcelona terlepas dari La Liga, liga utama Spanyol saat ini.

Jadi, dengan hasil referendum yang menolak kemerdekaan Skotlandia ini banyak politisi Spanyol yang bernafas lega.

Selain Catalonia, ada sejumlah wilayah di Eropa yang saat ini menginginkan kemerdekaan dan wilayah terpisah dari induknya. Italia Utara, Transylvania di Rumania, Flanders di Belgia yang berbahasa Belanda vs Wallonia yang berbahasa Prancis, serta wilayah Nagorno-Karabakh yang dianeksasai Armenia dari Azerbaijan. Seluruhnya akan memperoleh ide referendum untuk kemerdekaan dari isu kemerdekaan Skotlandia.

 

Sepakbola.cc