Mario Balotelli dan Liverpool Dipersatukan Oleh Rasa Benci Yang Sama

29

  Jika transfer Mario Balotelli dari San Siro ke Anfield jadi terlaksana dalam beberapa hari ini, maka setidaknya fans The Reds boleh lega. Baik Balotelli maupun gilabola Liverpool memiliki persamaan. Mereka dipersatukan oleh rasa benci yang sama, yakni kebencian pada tabloid The Sun. Kok? Lihat video kebencian Mario Balotelli terhadap The Sun di bagian terbawah. […]

Internasional Liga Inggris Xtra Time  - Mario Balotelli dan Liverpool Dipersatukan Oleh Rasa Benci Yang Sama

 

Jika transfer Mario Balotelli dari San Siro ke Anfield jadi terlaksana dalam beberapa hari ini, maka setidaknya fans The Reds boleh lega. Baik Balotelli maupun gilabola Liverpool memiliki persamaan. Mereka dipersatukan oleh rasa benci yang sama, yakni kebencian pada tabloid The Sun. Kok?

Lihat video kebencian Mario Balotelli terhadap The Sun di bagian terbawah.

Hal itu dipicu isi berita tabloid The Sun ketika memberitakan Tragedi Hillsborough 15 April 1989 yang terjadi saat semifinal Piala FA antara Liverpool vs Nottingham Forest.

Di Stadion Hillsborough di Sheffield, Inggris, banjir penonton yang memasuki stadion mengakibatkan kematian 96 orang dan melukai 766 orang lainnya. Insiden ini terjadi akibat kesalahan polisi yang membiarkan terlalu banyak orang yang memasuki pintu stadion yang sempit. Tragedi ini masih termasuk dalam bencana stadion terburuk dalam sejarah Inggris, dan salah satu bencana sepakbola terburuk di dunia.

Masalahnya, dalam isi berita tabloid The Sun esok harinya, mereka mengisi halaman depan dengan tuduhan-tuduhan yang menyakitkan fans Liverpool, seperti:

“Beberapa fans mencuri dompet korban, Beberapa fans mengencingi para polisi pemberani, Beberapa penggemar memukuli petugas yang tengah berusaha menolong korban.”

“Penggemar Liverpool yang kejam dan kejam menyerang petugas penyelamat ketika mereka mencoba memberikan nafas buatan kepada korban bencana sepak bola Hillsborough, demikian terungkap tadi malam.”

“Polisi, petugas pemadam kebakaran dan ambulans kru ditinju, ditendang dan dikencingi oleh anasir-anasir hooligan di tengah massa.”

“Beberapa preman merampok dompet penggemar yang terluka saat mereka berbaring tak sadarkan diri di lapangan.”

“Anggota parlemen Sheffield Irvine Patnick mengungkapkan, dalam satu episode memalukan sekelompok fans Liverpool menonton  tubuh seorang gadis yang mati terinjak-injak gara-gara blusnya terangkat sampai di atas payudaranya.”

“Selagi seorang polisi berjuang sia-sia untuk menghidupkan kembali, massa mencemoohnya, ‘Lempar dia di sini dan akan kami ent**!'”

Kenny Dalgish, waktu itu menjadi manager Liverpool, menuliskan segmen sejarah itu dalam biografinya:

“Ketika The Sun keluar dengan cerita tentang fans Liverpool yang mabuk dan sulit diatur di bawah judul ‘The Truth,’ reaksi di Merseyside adalah salah satu dari kemarahan luar biasa. Loper-loper berhenti menyetok tabloid The Sun. Orang berusaha tidak menyebutkan namanya lagi. Mereka membakar The Sun jika ada sisa. Siapapun mewakili Sun akan dipukuli.”

“Wartawan dan fotografer The Sun lalu berbohong, memberitahu orang-orang bahwa mereka bekerja untuk Liverpool Post dan Echo. Ada banyak pelecehan dari mereka (fans) karena apa yang telah ditulis. The Star ngotot mereka benar, tetapi mereka meminta maaf pada hari berikutnya. Mereka tahu cerita itu tidak memiliki dasar. Kelvin MacKenzie, editor Sun, bahkan menelepon saya.”

“‘Bagaimana kami bisa memperbaiki situasi?” katanya.

“Saya menjawab ‘Yang harus Anda lakukan adalah menaruh tulisan headline ‘Kami Bohong’ dalam ukuran yang sama besarnya, maka Anda mungkin baik-baik saja…'”

“Mackenzie mengatakan, ‘Saya tidak bisa melakukan itu.’ ”

“‘Well, aku menjawab, ‘Aku tidak bisa membantu Anda kalau begitu.'”

Sampai dengan hari ini, 25 tahun setelah tragedi tersebut, masih banyak fans Liverpool yang menolak membaca tabloid The Sun. 

Lihat video di bawah yang memperlihatkan kebencian Mario Balotelli terhadap tabloid yang sama.