Menanduk Bola Ternyata Berbahaya Untuk Anak-anak

13

Perhatian untuk ibu-ibu yang anaknya main bola atau main futsal. Simak peringatan ahli berikut ini. Seorang spesialis otak terkemuka di Inggris telah memperingatkan para orang tua bahwa menyundul bola ternyata berbahaya untuk anak-anak. Neuroscientist Dr Michael Grey memperingatkan bahwa pemain profesional yang dibayar tinggi juga dapat mengalami cedera otak karena menanduk bola, meskipun dampak berulangkali menyundul bola dengan kepala masih […]

Internasional Liga Inggris  - Menanduk Bola Ternyata Berbahaya Untuk Anak-anak

Perhatian untuk ibu-ibu yang anaknya main bola atau main futsal. Simak peringatan ahli berikut ini.

Seorang spesialis otak terkemuka di Inggris telah memperingatkan para orang tua bahwa menyundul bola ternyata berbahaya untuk anak-anak.

Neuroscientist Dr Michael Grey memperingatkan bahwa pemain profesional yang dibayar tinggi juga dapat mengalami cedera otak karena menanduk bola, meskipun dampak berulangkali menyundul bola dengan kepala masih belum diketahui karena belum adanya riset rinci tentang hal itu.

Namun ia mengimbau agar dilakukan pedoman yang lebih ketat untuk masalah ini.

Dr Michael Grey dari University of Birmingham mengatakan: “Ini mungkin tidak aman bagi anak-anak untuk menyundul bola.”

“Pertama, otot-otot leher belum berkembang untuk ukuran kepala anak-anak pada usia itu. Alasan lain adalah bahwa otak mereka masih berkembang sehingga mereka sangat rentan untuk mengalami benturan di kepala. “

FA Inggris mengeluarkan panduan baru terkait gegar otak dan cedera kepala, setelah serentetan insiden melibatkan cedera kepala Piala Dunia lalu. Menurut pedoman FA itu, adalah keputusan dokter tim apakah seorang pemain bisa melanjutkan permainan. Tapi aturan tidak memberikan bimbingan dalam kaitannya dengan anak-anak dan menyundul bola.

Jeff Astle, mantan pemain West Bromwich Albion dan legenda pemain Inggris, meninggal dunia karena sebuah penyakit otak pada tahun 2002 saat ia berusia 59.

Putrinya, Dawn, mengatakan: “Kami tahu apa yang membunuh ayah. Komisi forensik mengatakan itu adalah penyakit industrial. Sundulan bola-lah yang membunuh ayah dan FA tidak akan mengakuinya.”

Keluarga Astle keluarga dan salah satu ahli bedah saraf terkemuka dunia Dr Willie Stewart telah bertemu FA untuk membicarakan kasus mereka.

Sampai akhir 1960-an, bola sepak terbuat dari karet dan kulit yang dijahit. Bahan ini menyerap air dan meningkatkan berat bola dalam cuaca basah.

Ini menyebabkan banyak cedera di kepala dan leher, dan kondisi bola seperti itu kini disalahkan untuk cedera otak di banyak mantan pemain profesional.

Bola kulit tua itu akhirnya digantikan dengan versi kulit sintetis.

Namun, penelitian di Glasgow University membuktikan bahwa bola modern tidak secara signifikan lebih aman daripada bola kulit tua.