Mengapa Jose Mourinho Selalu Bermasalah Dengan Pemain Populer?

12

Sepertinya manager Jose Mourinho memang punya masalah tersendiri jika ada pemain yang lebih populer daripada dirinya sendiri. Dua musim lalu ia mencoba mendepak Iker Casillas dari Santiago Bernabeu, namun gagal. Musim ini ia mencoba menyingkirkan Petr Cech –kiper juga– dan belum tahu sejauh mana akan berhasil. Mengapa Jose Mourinho selalu bermasalah dengan pemain populer? Manager asal […]

Internasional Liga Inggris Liga Spanyol  - Mengapa Jose Mourinho Selalu Bermasalah Dengan Pemain Populer?

Sepertinya manager Jose Mourinho memang punya masalah tersendiri jika ada pemain yang lebih populer daripada dirinya sendiri. Dua musim lalu ia mencoba mendepak Iker Casillas dari Santiago Bernabeu, namun gagal. Musim ini ia mencoba menyingkirkan Petr Cech –kiper juga– dan belum tahu sejauh mana akan berhasil.

Mengapa Jose Mourinho selalu bermasalah dengan pemain populer?

Manager asal Portugal itu dikisahkan selalu mampu menginspirasi pemain. Tidak seperti manager lain. Zlatan Ibrahimovic pernah mengklaim dia bahkan “siap membunuh” untuk Mourinho, seperti itulah komitmen dan gairahnya dalam menghasut pasukannya.

Kepergiannya dari Chelsea menyebabkan air mata berderai di ruang ganti. Demikian juga cerita yang sama terjadi saat Mourinho memenangkan Liga Champions bersama Inter. Tanyalah Marco Materrazi.

Tapi ternyata Mourinho memiliki sisi gelap; pribadinya ternyata jauh lebih kaku. Minggu ini Mourinho telah memperlihatkan sisi gelap kepribadiannya itu dengan keputusannya untuk mempromosikan Thibaut Courtois sebagai kiper pilihan pertama Chelsea.

Tidak ada yang ragu bahwa Courtois layak dapat kesempatan, tetapi cara Mourinho membuang Petr Cech sungguh kejam. Cech pantas mendapatkan perlakuan lebih baik dari manajernya, tapi Mourinho sungguh tidak sopan.

Terungkap bahwa Petr Cech tidak ditemui secara pribadi dalam keputusan Mourinho memilih Courtois, baik dalam laga pramusim atau sebelum laga pembuka Premier League vs Burnley, dan dengan begitu bisa dimengerti jika pemain berusia 32 tahun itu kecewa dengan cara-cara tersebut.

Cech tiba di Chelsea satu dekade lalu, musim panas yang sama dengan Mourinho datang ke Stamford Bridge, dan dengan demikian menjadi kiper No.1 untuk setiap trofi yang telah dimenangkan klub di era Roman Abramovich.

Dia juga telah membuat rekor klub 220 kali tidak kebobolan. Tapi yang mungkin lebih penting, Cech adalah seorang profesional yang sangat baik, dihormati untuk hasil kerja dan sikapnya.

Cara menangani situasi seperti ini mungkin menunjukkan Mourinho adalah karakter yang jauh lebih lemah dari sangkaan sebelumnya. Apakah pelatih Portugis itu tidak bisa berbicara secara pribadi dengan prospek berita buruk untuk ikon klub sekelas Petr Cech?

Mourinho melakukan manuver yang menguntungkan dirinya. Dia lebih suka membuat posisi Cech tidak bisa dipertahankan dengan cara mengganggu dia secara kontinu, memastikan dirinyalah yang tetap tinggal di klub dengan reputasinya yang masih utuh. Semakin frustrasi Cech dengan perlakuan Mourinho, semakin besar kemungkinan dia minta transfer keluar dari klub. Sudah ada ketertarikan dari Paris Saint-Germain dan Real Madrid.

Mourinho, sementara itu secara terbuka menyatakan bahwa ia ingin Cech untuk tetap tinggal dan memperjuangkan tempatnya sebagai kiper utama. Mourinho berusaha menghindari kemarahan para gilabola The Blues.

Kita telah melihat hal semacam ini sebelumnya, tentu saja. Mourinho telah membuat kebiasaan untuk melakukan hal ini kepada pemain tertentu. Kevin de Bruyne dan Romelu Lukaku telah menjadi korbannya. Demikian juga sampai batas tertentu adalah Ashley Cole. Dia bahkan mencoba menggulingkan Iker Casillas dari Real Madrid, namun gagal.

Tapi, di Chelsea, tidak ada pemain setaraf Cech telah menerima perlakuan kejam tersebut. Karir Chelseanya telah berakhir, itu bisa dipastikan.