Michel Platini Tidak Jadi Maju Sebagai Calon Presiden FIFA

Michel Platini tidak jadi maju sebagai calon presiden FIFA. Mantan pemain tim nasional Prancis dan Juventus itu menyatakan, memilih lebih berkonsentrasi di Eropa dan membatalkan niatnya maju sebagai calon presiden FIFA menantang Sepp Blatter, pemegang posisi presiden FIFA saat ini. Berbicara pada pertemuan 54 asosiasi anggota badan sepakbola Eropa (UEFA) pada Kamis sore WIB, Platini mengungkapkan […]

Luis Enrique berharap Barcelona bisa mengambil keuntungan ketika menghadapi Athletic Bilbao di leg kedua babak 16 besar Copa del Rey di Camp Nou.

Internasional Piala Dunia  - Michel Platini Tidak Jadi Maju Sebagai Calon Presiden FIFA
Michel Platini tidak jadi maju sebagai calon presiden FIFA.

Mantan pemain tim nasional Prancis dan Juventus itu menyatakan, memilih lebih berkonsentrasi di Eropa dan membatalkan niatnya maju sebagai calon presiden FIFA menantang Sepp Blatter, pemegang posisi presiden FIFA saat ini.

Berbicara pada pertemuan 54 asosiasi anggota badan sepakbola Eropa (UEFA) pada Kamis sore WIB, Platini mengungkapkan bahwa ia malah akan mencalonkan diri untuk masa jabatan ketiga sebagai presiden UEFA.

Platini telah bertugas di UEFA sejak tahun 2007 dan telah lama disebut-sebut sebagai calon potensial untuk menantang Blatter, yang berharap akan mengamankan pemilihan ulang dan masa jabatan kelima sebagai presiden FIFA pada pemungutan suara Mei 2015.

Platini sebelumnya secara terbuka telah menyatakan pandangannya bahwa FIFA membutuhkan “nafas baru” di puncak organisasi itu, tetapi meskipun tetap memegang pernyataan tersebut, pemain berusia 59 tahun telah memilih untuk tidak menantang Blatter.

“Seperti yang Anda lihat, kita bekerja pada beberapa proyek yang sangat penting di UEFA, dan saya masih ingin melihat proyek-proyek ini selesai, sebelum mempertimbangkan satu hari pindah ke padang rumput yang baru,” kata Platini.

“Ini bukan waktu yang tepat, bukan waktu saya. Belum.”

Setidaknya ada lima proyek di sepakbola Eropa yang tengah dijalani oleh Platini:
1. Sistem Financial Fair Play baru berdiri dan mulai berjalan;
2. Liga Bangsa-Bangsa juga baru akan diluncurkan;
3. Sistem tuan rumah bersama sebanyak 13 negara untuk Euro 2020 yang belum pernah terjadi sebelumnya;
4. Sistem terpusat untuk siaran TV dan pemasaran bagi negara-negara UEFA;
5. Euro 2016 berlangsung di negaranya sendiri, Prancis.

“Saya ingin menyelesaikan apa yang saya mulai. Sama seperti ketika saya masih seorang pemain, dan saya selalu menyelesaikan kontrak saya sampai akhir, untuk menghormati komitmen saya. Sekarang pun tidak berbeda. Saya ingin menjalani kontrak saya dengan UEFA hingga akhir.”

Internasional Piala Dunia  - Michel Platini Tidak Jadi Maju Sebagai Calon Presiden FIFA

“Dan jika para asosiasi lain juga menginginkan itu  – dan dari apa yang saya lihat pagi ini, mereka sungguh-sungguh demikian – saya masih memiliki beberapa tahun lagi sebelum kontak saya berakhir.”

“Saya berpikir lama dan mendalam, tetapi tidak pernah berhasil meyakinkan diri saya selama berbulan-bulan refleksi bahwa saya harus pergi ke FIFA untuk pemilihan ini. Sesederhana itulah. Sekali lagi, saya telah memilih untuk mengikuti kata hati saya. Saya telah memilih sepak bola. Saya telah memilih gairah terbesar saya.”

“UEFA dan sepakbola Eropa tidak pernah sekuat dan seberkuasa seperti saat ini dan saya memiliki niat untuk menjaga supremasi ini.”

Keputusan Platini menyebabkan saingan Sepp Blatter hanya tinggal satu saja untuk pemilihan presiden nanti, yakni mantan wakil sekretaris FIFA Jerome Champagne.

Blatter yang berusia 78 tahun telah berkuasa di FIFA sejak tahun 1998 namun belakangan ditimpa gosip tidak sedap dalam kasus pemilihan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022. Keputusan itu disebut-sebut tercemari suap selama proses tender dan muncul kekhawatiran soal panas yang parah di negara Arab itu.

Sepakbola.cc