Mourinho Akui Manchester United Lebih Beruntung

5

Manager The Blues Jose Mourinho mengakui, Manchester United yang membangun reputasi klubnya bertahun-tahun silam, menduduki posisi atas liga sejak dahulu kala, dan mendirikan sebagian besar skuad berkualitas berdasarkan akademi juniornya, memperoleh keberuntungan dibandingkan Chelsea dalam soal Financial Fair Play (FFP). FFP adalah sebuah aturan yang dikeluarkan badan sepakbola Eropa (UEFA) untuk mencegah sebuah klub sepakbola […]

Mourinho Akui Manchester United Lebih Beruntung - berita Internasional Liga Inggris Liga Spanyol
Manager The Blues Jose Mourinho mengakui, Manchester United yang membangun reputasi klubnya bertahun-tahun silam, menduduki posisi atas liga sejak dahulu kala, dan mendirikan sebagian besar skuad berkualitas berdasarkan akademi juniornya, memperoleh keberuntungan dibandingkan Chelsea dalam soal Financial Fair Play (FFP).

FFP adalah sebuah aturan yang dikeluarkan badan sepakbola Eropa (UEFA) untuk mencegah sebuah klub sepakbola menjadi bangkrut akibat belanja pemain terlalu banyak.

Secara teknis, aturan ini membatasi kerugian (pemasukan dikurangi belanja) klub sampai Rp 687 Milyar saja dalam musim 2011/12 dan 2012/13, lalu diperkecil sampai Rp 481 Milyar di musim 2013/14 sampai 2015/16. Angka kerugian akan dibuat semakin kecil di musim-musim berikutnya.

Manchester United yang sudah sering menjadi juara liga akan mendapati posisinya sebagai lebih sering dan lebih banyak sebagai penjual dibandingkan Chelsea yang baru belakangan memperoleh investor baru dalam diri milyuner Rusia, Roman Abramovich pada tahun 2003. Untuk mendongkrak prestasi klub sesegera mungkin, Chelsea perlu belanja pemain lebih banyak dibandingkan Manchester United.

Untuk itu Jose Mourinho menuding, FFP telah telah memberikan saingannya di Premier league, Manchester United, suatu keuntungan yang tidak adil di bursa transfer.

Klub London barat itu kini harus mengendalikan proses belanja besar-besaran mereka pada dekade terakhir guna mematuhi aturan dan menghindari hukuman dari UEFA .

Sejauh ini Chelsea sudah melepaskan 25 orang dari skuad Premier League mereka.

Sebagai akibat dari FFP itu Stamford Bridge dipaksa memulai model bisnis transfer yang dimulai dengan peminjaman keluar pemain-pemain muda dan kemudian menjual mereka pada margin keuntungan tertentu setelah mereka cukup berkembang. Transfer Romelu Lukaku ke Everton adalah contoh utama.

“Kami menghasilkan uang agar bisa menghabiskan uang. Dalam setiap jendela transfer Chelsea kehilangan pemain dengan menjual pemain. Jadi Chelsea pada saat ini bukan klub boros. Chelsea pada saat ini membuat lebih banyak uang di jendela transfer dari uang yang kita belanjakan,” tegasnya.

Namun, pelatih Portugal kontroversial itu berpikir, Chelsea sebenarnya dirugikan bila dibandingkan dengan Manchester United dan klub-klub lama dari sepakbola, yang keberhasilannya telah dibangun perlahan-lahan selama sejarah mereka dibandingkan klub baru yang dibangun berdasarkan duit kontan si pemilik.

“Ketika UEFA memutuskan untuk financial fair play, mereka berusaha untuk melakukan hal ini guna membuat setiap tim [memiliki] kemungkinan yang sama, tetapi kenyataannya adalah bahwa tim-tim besar, klub-klub besar, klub dengan banyak tahun di urutan atas [klasemen] dengan lebih banyak basis penggemar di seluruh dunia, dengan pendapatan lebih, adalah klub yang tetap menjadi pembelanja besar.”

“Jadi Real Madrid, Barcelona, Bayern, Manchester [United] – semua ini tim besar – saya pikir mereka memiliki keuntungan,” kata Mourinho seperti dikutip ESPN.com.

Sebenarnya, komentar Mourinho sedikit terlambat karena di masa periode pertamanya sebagai pelatih Chelsea (2004-2007), ia dengan gembira berfoya-foya mengendalikan pasar transfer sebagai penerima manfaat dari dukungan keuangan yang besar dari Abramovich.

Man United kini bisa menghabiskan uang lebih banyak dari saingan mereka, misalnya transfer masuk Angel Di Maria dengan rekor transfer di Inggris, tapi hal ini disebabkan oleh pendapatan yang mereka peroleh selama ini, bukan karena bergantung pada pemilik untuk membiayai kemajuan mereka, yang sering menyebabkan utang besar.