Mungkin Michel Platini Batalkan Capres FIFA Demi Euro 2016 & 2020

Mungkin Michel Platini batalkan capres FIFA demi Euro 2016 & 2020. Sebelum ini Michel Platini pernah mencanangkan rencana untuk maju menjadi salah satu calon presiden baru FIFA, menantang presiden yang berkuasa saat ini, Sepp Blatter, yang sudah berusia 78 tahun. Alasan Michel Platini untuk maju kala itu adalah karena menilai Blatter sudah mengkhianati publik dengan […]

Internasional Piala Eropa  - Mungkin Michel Platini Batalkan Capres FIFA Demi Euro 2016 & 2020

Mungkin Michel Platini batalkan capres FIFA demi Euro 2016 & 2020.

Sebelum ini Michel Platini pernah mencanangkan rencana untuk maju menjadi salah satu calon presiden baru FIFA, menantang presiden yang berkuasa saat ini, Sepp Blatter, yang sudah berusia 78 tahun.

Alasan Michel Platini untuk maju kala itu adalah karena menilai Blatter sudah mengkhianati publik dengan tetap maju di pencalonan 2015 mendatang. Di 2011 ia sudah berjanji merupakan termin terakhirnya sebagai presiden FIFA.

Namun, demi Euro 2016 dan Euro 2020, dan berbagai proyek lain UEFA, Michel Platini agaknya tidak akan cukup berani untuk menantang Sepp Blatter, yang juga bekas mentornya itu.

Euro 2016 akan diadakan di Prancis, negara asal Michel Platini.

Sementara Euro 2020 merupakan proyek pertama di mana turnamen Euro akan diselenggarakan di 13 negara sekaligus, bukan hanya di satu atau dua negara (Ukraina-Polandia Euro 2012, misalnya) seperti terjadi selama ini.

Dengan semua pertimbangan itu, akan sangat mengejutkan jika dia memutuskan melakukan tantangan langsung terhadap mantan mentornya tersebut.

Michel Platini, sang presiden UEFA, akan muncul dalam sebuah konferensi pers di Monaco pada Kamis sore WIB untuk secara resmi  mengumumkan keputusannya apakah ia akan menantang Blatter sebagai presiden FIFA.

Mantan pemain internasional Prancis itu akan meminta pendapat dari semua asosiasi di bawah UEFA, yang seluruhnya berjumlah 56 asosiasi beberapa jam sebelum konferensi pers, tetapi sinyal mengisyaratkan pria Prancis berusia 59 tahun itu tidak akan cukup berani melawan incumbent yang sudah berusia 78 tahun tersebut.

Michel Platini mungkin satu-satunya orang yang bisa menang melawan Blatter dalam pemilihan bulan Mei 2015 mendatang tapi itu akan menjadi perjuangan sangat berat. Selain itu, jika ia memutuskan maju sebaga capres FIFA maka ia tidak akan mengajukan diri sebagai presiden UEFA pada bulan Maret 2015.

Dalam hal UEFA, Michel Platini melihat dirinya di tengah-tengah sejumlah dilema.

Inilah sejumlah proyek di Eropa yang tengah ditanganinya:

  1. Sistem Financial Fair Play baru berdiri dan mulai berjalan;

  2. Liga Bangsa-Bangsa baru akan diluncurkan;

  3. Sistem tuan rumah bersama sebanyak 13 negara untuk Euro 2020 yang belum pernah terjadi sebelumnya;

  4. Sistem terpusat untuk siaran TV dan pemasaran bagi negara-negara UEFA;

  5. Euro 2016 berlangsung di negaranya sendiri, Prancis.

Mencalonkan diri untuk presiden FIFA berarti akan membatalkan semua proyek di atas, dan meskipun ada rumor di Italia bahwa ia serius mengajukan dirinya, tampaknya sangat tidak mungkin.

Platini pernah menjadi pendukung setia Blatter namun percaya bahwa pria Swiss itu telah mengingkari janji publik untuk tidak maju lagi untuk termin berikutnya.

“Di masa depan saya tidak akan mendukung Blatter lagi. Saya sudah mengatakan kepadanya bahwa. Saya berpikir bahwa FIFA perlu pemimpin baru,” kata Platini pada bulan Juni 2014.

“Pada tahun 2011 ia meminta dukungan kami (UEFA) dan dia bilang itu termin yang terakhir.”

Lima dari enam organisasi FIFA telah mengumumkan dukungan mereka untuk Blatter: hanya Eropa yang secara terbuka menentangnya. Kesempatan terbaik Michel Platini adalah berharap bahwa Blatter membatalkan pencalonan dirinya itu, dengan mempertimbangkan usianya dan kelelahan selama kampanye dari satu asosiasi ke asosiasi lainnya.