Nah, Bener Kan? Bola Tak Bisa Lepas Dari Politik

  Foto ini memperlihatkan, sepakbola tak pernah benar-benar bisa lepas dari politik. Sebelum laga vs Slovenia dimulai, sejumlah pesepakbola membentangkan banner bertuliskan “(Kepulauan) Malvinas adalah Argentina”. Banner serupa ini katanya sih biasa dibentangkan sebelum laga-laga internasional Tim Tango. Tapi lima hari sebelum dimulainya Piala Dunia, pesan politik semacam ini membuat kita bertanya-tanya. Malvinas adalah sekumpulan […]

Internasional Liga Inggris Piala Dunia  - Nah, Bener Kan? Bola Tak Bisa Lepas Dari Politik

 

Foto ini memperlihatkan, sepakbola tak pernah benar-benar bisa lepas dari politik. Sebelum laga vs Slovenia dimulai, sejumlah pesepakbola membentangkan banner bertuliskan “(Kepulauan) Malvinas adalah Argentina”.

Banner serupa ini katanya sih biasa dibentangkan sebelum laga-laga internasional Tim Tango. Tapi lima hari sebelum dimulainya Piala Dunia, pesan politik semacam ini membuat kita bertanya-tanya.

Malvinas adalah sekumpulan pulau-pulau kecil di Laut Atlantik Selatan, di lepas pantai Argentina, yang telah diduduki Inggris sejak 1833. Inggris menyebutnya Falklands. Pemerintah Argentina pada tahun 1982 berusaha untuk merebut kendali, memicu perang singkat selama 74 hari.

Ketegangan telah muncul kembali beberapa tahun terakhir. Argentina marah dengan usaha-usaha pemerintah Inggris melakukan pencarian sumber minyak di laut Malvinas.

Perang tahun 1982 itu berakhir dengan kekalahan Argentina. Tidak mengherankan jika kemudian rakyat mereka senang bukan kepalang ketika Tim Tango berhasil mengalahkan The Three Lions 2-1 di perempatfinal  Piala Dunia 1986. Satu gol dibuat oleh penyerang Diego Maradona dengan menggunakan tangannya.

Maradona kemudian mengatakan kekalahan di Malvinas telah memotivasi para pemain Argentina saat melawan Inggris.

“Saya tahu umumnya kita semua mengatakan bola tidak ada hubungannya dengan perang, tapi kami tahu betul ada banyak anak-anak kami meninggal (dalam perang Malvinas), ditembak jatuh seperti burung kecil,” kata Maradona. “Dan hal itu mengendap dalam benak bawah sadar kami.”

Pada tahun 1998 kedua tim bertemu kembali di Prancis dengan laga berakhir imbang 2-2, namun Argentina memenangkan adu penalti, 4-3. Pada laga tersebut David Beckham dikenai kartu merah karena menendang Diego Simeone.

Lihat videonya di sini:

Empat tahun kemudian Beckham membalas dendamnya di tahun 2002 di Jepang, dengan mencetak satu-satunya gol dalam kemenangan 1-0 atas Argentina yang membantu untuk menyisihkan negara Amerika Selatan itu di babak pertama.

Di Brasil 2014, kita tidak bisa mengharapkan pertarungan Argentina vs Inggris, kecuali mereka berdua berhasil mencapai babak semi-final. Baca juga soal kebencian politik negara-negara lainnya di Piala Dunia 2014.

Kepulauan Falklands sendiri pernah mengadakan referendum guna menentukan, siapa yang mereka inginkan berkuasa di sana. Sebanyak 1.513 orang memilih Inggris, tiga sisanya mendukung Argentina.

Laga vs Slovenia itu sendiri berakhir 2-0 untuk kemenangan Argentina. Gol diciptakan oleh Ricardo Alvarez dan Lionel Messi.

Ini berita sepakbola atau politik sih? Besok-besok waktu siaran langsung Piala Dunia di dua TV nasional, kita juga akan menyaksikan banyak iklan kampanye politik dalam negeri. Mudah-mudahan kamu tidak muntah.