Neymar: Yang Penting Menang, Sekalipun Main Jelek

Striker Brasil Neymar mengakui, kemenangan atas Kolombia akan jauh lebih penting daripada memainkan sepakbola indah. Brasil akan menghadapi tantangan Kolombia di perempatfinal, Sabtu dinihari WIB. Timnas Brasil tengah berada di bawah tekanan rakyat Brasil untuk bisa membawa pulang trofi Piala Dunia. Mereka dikritik karena menang dengan susah payah melawan Chile di babak 16 Besar. Sebelumnya, […]

Brasil2

Striker Brasil Neymar mengakui, kemenangan atas Kolombia akan jauh lebih penting daripada memainkan sepakbola indah.

Brasil akan menghadapi tantangan Kolombia di perempatfinal, Sabtu dinihari WIB.

Timnas Brasil tengah berada di bawah tekanan rakyat Brasil untuk bisa membawa pulang trofi Piala Dunia. Mereka dikritik karena menang dengan susah payah melawan Chile di babak 16 Besar. Sebelumnya, di penyisihan grup tim Samba juga ditahan 0-0 oleh Meksiko. Sementara lawannya memenangkan semua laga grup, dan melaju ke perempatfinal mengalahkan Uruguay yang tidak lagi diperkuat Luis Suárez, 2-0.

Dalam sejarah Piala Dunia, ini kali pertama Kolombia maju sampai perempatfinal.

“Anda tidak selalu bisa menikmati diri (bermain bola) dan menang 4-0 atau 5-0. Sepakbola masa kini sangat sulit, begitu berimbang, sehingga hanya tim yang paling berkomitmen di lapangan yang akhirnya menang,” kata pemain Barcelona itu, Rabu.

“Saya tidak ingin menghadirkan pertunjukan (sepakbola indah). Itulah hal terakhir yang akan kita coba lakukan. Kami tidak selalu di sini untuk menghasilkan tontonan (sepakbola indah). Kami di sini untuk terus berlari sampai akhir, sampai kami semua lelah, dan keluar sebagai pemenang.”

Neymar jatuh ke tanah dan menangis setelah tembakan pemain Chile Gonzalo Jara membentur tiang gawang dalam baku tembak penalti di Belo Horizonte. Demikian juga kiper Julio Cesar dan kapten Thiago Silva larut dalam tangisan.

Khawatir bahwa membawa harapan 200 juta rakyat Brazil adalah terlalu berat untuk pundak skuadnya yang berusia muda, pelatih Luiz Felipe Scolari dilaporkan telah memanggil psikolog tim Regina Brandao untuk memberi sesi konsultasi tambahan dengan para pemain, Selasa lalu.

Dan Neymar mengatakan, sesi itu memberi efek yang diinginkan.

“Saya belum pernah melakukan sesuatu seperti itu sebelumnya dan saya sangat menikmatinya,” tambah pemain berusia 22 tahun itu.

“Bukan hanya kami dalam sepak bola yang dikelilingi oleh emosi setiap hari dan memerlukan psikolog. Saya pikir itu bisa membuat semua orang menjadi lebih enak, untuk membuat segala sesuatu menjadi lebih rileks.”

Neymar juga menegaskan bahwa dia akan sepenuhnya fit untuk menghadapi Kolombia meskipun menderita cedera paha dan lutut saat melawan Chile.

Salah satu perhatian utama bagi Scolari telah kemungkinan kurangnya dukungan untuk Neymar di depan karena ia telah mencetak setengah dari delapan gol timnya setelah empat pertandingan, sementara penyerang lain: Fred, Jo dan Hulk, masih harus berjuang untuk membuat dampak bagi tim.

Neymar mengaku tim tidak terlalu bergantung pada dirinya.

“Saya tidak merasa terbebani baik di lapangan maupun di luar lapangan. Saya memiliki rekan-rekan yang membantu saya dengan merebut bola kembali, mencetak gol, mengatur itu semua,” katanya.

“Tim Brasil bukan terdiri dari satu orang yang harus melakukan segala sesuatunya.”

Scolari akan dipaksa melakukan setidaknya satu perubahan karena Luis Gustavo terkena larangan bermain, sehingga pemain Tottenham Hotspur, Paulinho, diharapkan untuk mengisi posisinya.

Ketiadaan Luis Gustavo merupakan isu yang  lebih penting bagi tim tuan rumah karena adanya pencetak gol terbanyak turnamen, James Rodriguez, di kubu lawan.

Sepakbola.cc