Nicklas Bendtner Kukuhkan Reputasi Sebagai Pesepakbola Sableng

Masih ingat Nicklas Bendtner? Ya, pemain timnas Denmark yang sampai musim lalu secara resmi tercatat merumput di Arsenal.

Pada turnamen Euro 2012, ia mencetak dua gol dalam kekalahan tipis 3-2 vs Portugal.

Saat merayakan gol keduanya, Bendtner mengangkat kaosnya dan memperlihatkan logo situs judi Paddy Power yang tercetak di celana dalamnya.  UEFA lalu menghukumnya satu laga pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2014 dan mendendanya Rp 1,57 Trilyun. Situs judi itu kemudian memberi Bendtner uang untuk membayar denda, sebuah pembayaran terpisah dari uang yang diterimanya untuk mengiklankan Paddy Power.

Beberapa jam lalu, sebuah foto yang dipajangnya di Instagram seperti mengukuhkan dirinya sebagai pesepakbola sableng. Ia berpose nyaris telanjang, dengan hanya sebuah beha putih, entah milik siapa, dipakai untuk menutupi bagian terlarangnya.

Selain itu ia juga dikabarkan acuh tak acuh terhadap tawaran satu klub Jerman, meski sebenarnya ia tengah menganggur.

Eintracht Frankfurt tengah mengejar Nicklas Bendtner, namun negosiasi mereka mentok gara-gara mantan striker Arsenal itu memilih untuk menjadi reporter TV Denmark yang meliput final Piala Dunia di Rio de Janeiro.

Bendtner, 26, kini berstatus bebas transfer setelah kontraknya dengan Arsenal berakhir pada bulan Juni, mengakhiri hubungan sembilan tahun dengan klub London tersebut.

Klub Bundesliga Frankfurt memberi tawaran kepada Bendtner pekan silam, tapi sekarang mempertimbangkan target lain setelah dibuat untuk menunggu terlalu lama oleh pemain timnas Denmark itu.

“(Perundingan) tidak menghasilkan apa-apa. Jadi kami harus fokus pada hal-hal lain,” ujar pelatih baru Eintracht Frankfurt, Thomas Schaaf kepada majalah kicker Jerman Senin lalu.

Menurut laporan majalah, tawaran awal kontrak tidak sesuai dengan tuntutan Bendtner. Frankfurt menolak untuk memperbaiki persyaratan, dan dilaporkan kesal ketika ia memutuskan perundingan begitu saja untuk melakukan perjalanan ke Brasil guna meliput final, yang berakhir dengan Jerman memenangkan gelar keempat melalui kemenangan 1-0 atas Argentina.

Namun, Schaaf menegaskan bahwa Frankfurt belum menyerah. “Perundingan mentok bukan berarti bahwa negosiasi tidak akan dilanjutkan pada satu titik,” tambahnya.

Bendtner sendiri tampaknya tidak ambil pusing soal negosiasi yang rusak. Senin kemarin ia berciut, mengutarakan kegembiraannya bisa menghadiri turnamen, yang tidak diikuti Denmark itu.

Nicklas Bendtner Kukuhkan Reputasi Sebagai Pesepakbola Sableng