‘No sex’, Kata Sebagian Tim Piala Dunia

  • Piala Dunia 2014 berlangsung selama sebulan penuh, 12 Juni sampai 12 Juli. Sebagian tim sudah menggariskan kebijakan kejam ‘no sex’ bagi pemainnya. Sementara, beberapa tim justru membiarkan pemainnya melakukan seks dengan pasangannya masing-masing. Berikut ini adalah daftarnya. No sex: Baca Juga: Jadwal Bola Malam Ini, Siaran Langsung TV Bola Hari Ini Harry Kane Ungkap Alasan […]

Internasional  - 'No sex', Kata Sebagian Tim Piala Dunia

Piala Dunia 2014 berlangsung selama sebulan penuh, 12 Juni sampai 12 Juli.

Sebagian tim sudah menggariskan kebijakan kejam ‘no sex’ bagi pemainnya. Sementara, beberapa tim justru membiarkan pemainnya melakukan seks dengan pasangannya masing-masing. Berikut ini adalah daftarnya.

No sex:

  • Meksiko. Pelatih Miguel Herrera sudah menegaskan larangan seks bagi pemain-pemainnya. “Jika mereka tidak bisa melalui satu bulan atau 20 hari tanpa sebuah hubungan seks, maka mereka tidak siap menjadi pemain profesional,” katanya. Dampak baik atau buruk dari seks terhadap atlet masih terus diperdebatkan. Tapi pelatih Herrera mendasarkan larangan ini pada sebuah kebutuhan praktis. Selama  4 tahun terakhir sudah lebih kurang ada 10 pemain timnas Meksiko yang diskors, dan belasan lainnya kena denda, karena ketahuan membawa pelacur ke kamar hotel mereka saat berlangsungnya turnamen. Jadi daripada kenapa-kenapa, sekalian saja dilarang sama sekali.
  • Bosnia Herzegovina. “Mereka boleh saja masturbasi kalau mereka mau. There wil be no sex in Brazil,” tegas pelatih Safet Susic kepada Edin Dzeko dan kawan-kawannya. “Saya tidak tertarik dengan apa yang pelatih lain lakukan, tapi ini bukan sebuah jalan-jalan liburan. Mereka ada di Brasil untuk bertanding bola.” Ini adalah kali pertama Bosnia lolos ke putaran final. Tidak heran jika Susic menginginkan disiplin khas militer bagi para pemain, agar mereka bisa lolos dari hadangan Argentina, Iran, dan Nigeria.
  • Nigeria. Mantan kapten timnas Christian Chukwu dan mantan pelatih timnas mendesak pelatih saat ini, Stephen Keshi, untuk menerapkan aturan no sex. Baginya, “Adalah suatu keharusan untuk menjauh dari wanita karena ada banyak hal spiritual yang lekat pada akitvitas seks.” Nggak jelas apakah pelatih baru patuh kepada pelatih lama.

Boleh-boleh saja:

  • Prancis. Sang pelatih, Didier Deschamps, pernah mengatakan, tak sepenuhnya melarang para pemain untuk melakukan hubungan seksual, namun, “Itu tergantung pada kapan, bagaimana, dan berapa sering.”  Entah apa ada hubungannya, tapi wartawan menemukan ada sebuah kompleks pelacuran berjarak hanya 500 meter jauhnya dari markas Prancis di Brasil.
  • Inggris.  Roy Hodgson tahun 1994 ketika melatih Swiss pernah menerapkan kebijakan ‘no sex’ meski mencabutnya beberapa hari sebelum turnamen dimulai. Swissmenduduki urutan 2 Grup A tahun itu, entah apakah ada hubungannya. Tahun 2006 kehadiran istri-istri pemain (WAGs) menimbulkan masalah karena mengalihkan perhatian para pemain, fans, dan media Inggris.

Abu-abu:

  • Brasil. Pelatih Luiz Felipe Scolari mengatakan, tidak ada larangan melakukan hubungan seks, sejauh hubungan seks itu ‘normal’. Masalahnya ia tidak mengeluarkan daftar rincian posisi yang bagaimana yang bisa disebut ‘normal’. “Hubungan seks normal dilakukan dengan cara yang seimbang, tetapi ada sejumlah bentuk, sejumlah cara, dan lainnya yang dilakukan secara akrobatik. Untuk yang aneh-aneh, no, tidak boleh,” kata mantan pelatih Chelsea itu. Pada Piala Dunia 2002 Scolari lebih ketat. Ia menerapkan larangan seks sama sekali, dan kala itu Selecao berhasil menang 2-0 di final melawan Jerman.