Nyalakan Bom Kentut, Gerard Pique Dipaksa Minta Maaf

20

Ini kisah tentang tukang iseng di Barcelona, Gerard Pique. Bek ini dikenal suka sekali mengisengi sesama pemain, dan mungkin juga staf tim lainnya. Nah, ceritanya dalam perjalanan bersama tim Barcelona ke Finlandia untuk laga persahabatan melawan HJK di Helsinki, bek Gerard Pique menyalakan sebuah bom kentut yang berbau busuk di dalam pesawat. Lelucon itu ditujukan untuk […]

Internasional Liga Spanyol  - Nyalakan Bom Kentut, Gerard Pique Dipaksa Minta Maaf

Ini kisah tentang tukang iseng di Barcelona, Gerard Pique. Bek ini dikenal suka sekali mengisengi sesama pemain, dan mungkin juga staf tim lainnya.

Nah, ceritanya dalam perjalanan bersama tim Barcelona ke Finlandia untuk laga persahabatan melawan HJK di Helsinki, bek Gerard Pique menyalakan sebuah bom kentut yang berbau busuk di dalam pesawat. Lelucon itu ditujukan untuk sesama pemain, tetapi menurut Marca dan Sport, staf pesawat tidak terima dan menjadi marah terhadap perilaku Pique yang kekanakan.

Pemain itu lalu dipaksa untuk meminta maaf kepada penumpang pesawat lainnya. Kemungkinan besar mereka terbang dengan pesawat komersial umum, bukan jet privat.

Meskipun demikian, pesawat dilaporkan berhasil mencapai tujuan akhir sesuai jadwal tanpa gangguan berarti.

Barcelona akan menghadapi HJK pada hari Sabtu ini, dengan tim Finlandia itu berada di tengah-tengah musim mereka. Jadwal liga Finalndia mirip dengan Major League Soccer Amerika, mulai di Maret berakhir di Oktober.

Lelucon-lelucon ini bukan sesuatu yang baru untuk Pique.

Pada tahun 2012, suami dari artis Shakira itu memutuskan untuk mengumumkan kelahiran bayi laki-lakinya lebih awal beberapa bula. Sesudah semua orang menyampaikan ucapan selamat barulah ia memberitahu orang-orang bahwa itu tadi adalah lelucon April Mop.

Dia juga tertangkap basah melempari bangku timnya pada tahun 2010 dengan biji kuaci, dan menyangkal semua keterlibatannya, serta menunjuk Carlos Puyol.

Lihat video melempar kuaci itu di sini:

Selain Pique, Puyol juga sering terlibat dalam keisengan ruang ganti, dan ketika Pep Guardiola masuk untuk mengelola Barcelona pada tahun 2008, Pique mengatakan, “Jika Anda perlu untuk iseng maka Anda harus iseng … Tapi itu benar bahwa kami memiliki banyak rasa hormat untuk sang pelatih. Lelucon lebih di antara pemain. Kami tidak mengganggu para staf teknis. Untuk saat ini sih begitu.”

Keisengan Pique ini mengingatkan pada keisengan gaya Mario Balotelli ketika masih di Manchester City, yang menyebabkan adanya penambahan peralatan baru di ruang ganti Etihad.