Pahlawan Brasil Itu Diejek Sebagai Monyet Oleh Suporter Rusia

Penyerang Zenit St Petersburg, Hulk, mengklaim ia telah menjadi korban pelecehan rasial dari para penggemar tim tamu, Spartak Moscow, pada laga hari Sabtu lalu.

Insiden tersebut merupakan yang kedua kalinya terjadi di Premier League Rusia dalam waktu seminggu terakhir.

Pemain internasional Brasil berusia 28 tahun itu mengatakan kepada surat kabar Rusia bahwa ia bisa mendengar nyanyian monyet terdengar dari sisi para penggemar klub Moskow selama laga yang berakhir imbang 0-0 di Stadion Petrovsky.

“Selama permainan, pelecehan rasis diarahkan kepada saya dari bagian penonton Spartak,” kata Hulk seperti dikutip oleh surat kabar Sport Express, Rabu.

“Di babak pertama, saya jelas mendengar nyanyian monyet diteriakkan ke arah saya dan ini tidak hanya pada satu kesempatan. Itu berasal dari sekelompok besar orang.”

“Hal ini terjadi setidaknya dua kali. Pada pertengahan babak pertama dan di masa injury time akhir babak pertama.”

“Saya melihat ini sebagai penghinaan pribadi kepada saya dan klub saya. Saya berpikir bahwa hal-hal seperti ini sama sekali tidak bisa diterima dan otoritas sepakbola harus mengambil tindakan dalam memerangi terjadinya kebencian rasial.”

Komite disiplin Uni Sepakbola Rusia (RFS) mengakui telah terjadi pelecehan rasial, dan sebuah panel akan dibentuk guna mendiskusikan bentuk hukuman, Rabu nanti.

Pahlawan Brasil Itu Diejek Sebagai Monyet Oleh Suporter Rusia

Ketua komite itu Artur Grigoryants menjelaskan, “Kami punya video pertandingan … di menit ke-24 dan di menit ke-45, nyanyian monyet dapat didengar diarahkan pada Hulk.”

“Nyanyian monyet berasal dari bagian suporter tamu. Delegasi pertandingan tidak mendengar mereka selama pertandingan, tetapi hanya setelah itu, ketika ia kembali menonton rekaman pertandingan.”

Ini adalah insiden besar kedua rasisme di Premier League Rusia dalam waktu tujuh hari.

Kamis lalu, komite disiplin menghukum Torpedo Moskow dengan sebuah sanksi setelah supoter klub dinyatakan bersalah mengarahkan nyanyian monyet terhadap bek Dynamo Moscow, Christopher Samba.

Satu bagian stadion yang berisi pendukung paling fanatik akan ditutup untuk pertandingan kandang berikutnya melawan Kuban Krasnodar pada tanggal 25 Oktober.

Pemain internasional Perancis kelahiran Kongo itu juga menerima larangan dua pertandingan setelah membuat gerakan cabul terhadap para penggemar Torpedo, menyusul pelecehan yang terjadi di pertandingan Senin lalu.