Pajak Pemain 75%, Klub Liga Perancis Siap Boikot

  Sejumlah klub Ligue 1 dan Ligue 2 yang tergabung dalam liga Perancis,  telah bersepakat untuk tidak bermain dalam pertandingan liga pada 30 November mendatang sebagai protes atas rencana pemerintah untuk menaikkan pajak yang dibebankan kepada mereka hingga 75%. Pemerintah Perancis membuat keputusan yang menaikkan pajak para pesepakbola hingga sebesar 75 persen! Wow! Dan protes ini adalah […]

Internasional  - Pajak Pemain 75%, Klub Liga Perancis Siap Boikot

 

Sejumlah klub Ligue 1 dan Ligue 2 yang tergabung dalam liga Perancis,  telah bersepakat untuk tidak bermain dalam pertandingan liga pada 30 November mendatang sebagai protes atas rencana pemerintah untuk menaikkan pajak yang dibebankan kepada mereka hingga 75%.

Pemerintah Perancis membuat keputusan yang menaikkan pajak para pesepakbola hingga sebesar 75 persen! Wow! Dan protes ini adalah bentuk protes pertama dalam sepakbola Perancis sejak 40 tahun terakhir yang pastinya akan membuat beberapa laga pada akhir November terhenti, termasuk salah satunya adalah partai Paris Saint-Germain vs Lyon.

Asosiasi Klub Profesional Prancis (UCPF) secara bulat akan menolak penaikan pajak yang diberi nama pajak solidaritas yang akan diberlakukan mulai tahun depan. Pajak itu berlaku bagi klub yang pemain atau pekerja mereka mendapatkan bayaran lebih dari 1 juta euro per tahun.

Klub-klub menyesalkan keputusan presiden Perancis Francois Hollande dari Partai Sosialis Prancis, karena keputusan ‘pajak super’ yang akan mulai berlaku tahunitu. Para pemain bergaji di atas €1 juta per tahun akan dikenai pajak 75 persen. Pfiuhh!!!

Pajak ini akan menyebabkan klub-klub kehilangan lebih banyak uang akibat pajak. Hal ini juga akan menyebabkan klub-klub Prancis mendatangkan para pemain top.

Sementara itu, klub kaya AS Monaco dikabarkan tidak akan terkena pajak ini karena tidak akan tunduk pada regulasi pemerintah Perancis.

Mungkin, beginilah kalau pemerinatahan yang berkuasa dari partai sosialis, di saat kondisi keuangan negara sedang susah akibat krisis, sedangkan klub bola semakin kaya, pemerintahnya langsung membuat kebijakan yang mana …. semua harus sama sama … susah?? Zzzzz!!

 

Artikel Terkait

[related_posts limit=’5′]