Pemain Ini Dihukum Tujuh Laga Karena Terlalu Besar Mulut

4

Satu pemain sepakbola sudah dijatuhi hukuman berat, tak boleh tanding sebanyak tujuh kali. Alasannya, dia terlalu besar mulut. Pemain sayap Celtic Aleksandar Tonev telah dijatuhi larangan tujuh pertandingan setelah dinyatakan bersalah menggunakan penghinaan rasis, kata Asosiasi Sepakbola Skotlandia (SFA). Gelandang pinjaman dari Aston Villa itu didakwa menyusul insiden yang melibatkan bek Aberdeen Shay Logan selama pertandingan […]

Pemain Ini Dihukum Tujuh Laga Karena Terlalu Besar Mulut - berita Internasional Liga Inggris

Satu pemain sepakbola sudah dijatuhi hukuman berat, tak boleh tanding sebanyak tujuh kali.

Alasannya, dia terlalu besar mulut.

Pemain sayap Celtic Aleksandar Tonev telah dijatuhi larangan tujuh pertandingan setelah dinyatakan bersalah menggunakan penghinaan rasis, kata Asosiasi Sepakbola Skotlandia (SFA).

Gelandang pinjaman dari Aston Villa itu didakwa menyusul insiden yang melibatkan bek Aberdeen Shay Logan selama pertandingan Liga Utama Skotlandia, bulan lalu.

Pemain Bulgaria itu diperintahkan untuk menghadap majelis etik SFA, yang menuding ia telah melakukan “perilaku yang berlebihan dengan menggunakan bahasa yang kasar, menghina, dan bersifat rasis.”

Pemain Ini Dihukum Tujuh Laga Karena Terlalu Besar Mulut - berita Internasional Liga Inggris

Namun, Celtic bersikeras mereka mendukung klaim bahwa pemain mereka tak bersalah dan berencana untuk mengajukan banding.

Seorang juru bicara klub mengatakan, “Rasisme sungguh tidak memiliki tempat dalam sepakbola dan sebagai klub yang tersedia bagi semua orang, Celtic benar-benar membenci rasisme dalambentuk apa pun.”

“Ini adalah kasus yang sangat disayangkan, tapi klub telah menerima penjelasan bahwa Aleksandar tidak mengeluarkan kata-kata yang diduga telah dikatakan, dan bahwa dia bukan seorang rasis.”

“Kami, oleh karena itu, sangat kecewa dengan hasil hari ini dan dapat mengkonfirmasi bahwa Aleksandar akan banding atas keputusan ini.”

Seperti sebuah stiker di salah satu klub mancing di Jakarta: “Cukup ikan saja yang besar mulut.”