Pemain Ini Mati Jantungan Lihat Lampard Jebol Gawang Chelsea

39

Seorang pemain sepakbola dilaporkan mati karena tak tahan menderita serangan jantung setelah menyaksikan Frank Lampard menjebol gawang mantan klubnya itu pada laga Minggu malam WIB. Fahad Musanan, 24, sedang menonton pertandingan Liga Premier dengan teman-temannya di Uganda ketika ia pingsan sesaat setelah Lampard mencetak gol dengan laga tersisa beberapa menit. Teman-temannya bergegas membawanya ke rumah sakit […]

Internasional Liga Inggris  - Pemain Ini Mati Jantungan Lihat Lampard Jebol Gawang Chelsea

Seorang pemain sepakbola dilaporkan mati karena tak tahan menderita serangan jantung setelah menyaksikan Frank Lampard menjebol gawang mantan klubnya itu pada laga Minggu malam WIB.

Fahad Musanan, 24, sedang menonton pertandingan Liga Premier dengan teman-temannya di Uganda ketika ia pingsan sesaat setelah Lampard mencetak gol dengan laga tersisa beberapa menit.

Teman-temannya bergegas membawanya ke rumah sakit tapi lelaki berusia 24 tahun itu, yang juga seorang pesepakbola profesional di Premier League Uganda, dinyatakan meninggal setibanya di Rumah Sakit Militer Bombo.

“Dia menjadi gilabola Chelsea yang penuh gairah dan akan melakukan apa pun untuk klub itu,” kata teman Musanan, Gerald Bagoole, kepada kantor berita Kawowo.

“Kami berlatih bersamanya pada Minggu pagi, lalu makan siang bersama.”

Kawowo melaporkan, “Sebagai seorang gilabola Chelsea yang fanatik, diyakini kejutan (gol) itu mungkin telah menyebabkan gagal jantung dan komplikasi.”

Fred Kajoba, pelatih Musanan ini di Simba FC, menyatakan Musanan tidak membuat keluhan apa pun selama sesi latihan hari Minggu.

Federasi Asosiasi Sepak Bola Uganda (Fufa) merilis pernyataan pada situs web mereka setelah kematian pemain pada hari Minggu malam.

“Fufa terkejut setelah menerima berita tentang kematian mendadak pemain Simba FC Musana Fahad di Bombo malam ini,” kata pernyataan itu.

“Jenazahnya saat ini ada di Rumah Sakit Bombo Barracks. Pengaturan pemakaman akan diberitahukan kemudian.”

Tahun lalu seorang Uganda penggemar Arsenal kehilangan rumahnya setelah bertaruh bahwa klub London utara itu akan mengalahkan Manchester United.

Gol balasan Lampard itu terjadi di menit 85, hanya berselang 5 menit dari akhir pertandingan. Mungkin ia sudah terlalu gembira dengan gol Schuerrle sebelumnya di menit 71.