Pemain Meksiko Kritik Kebijakan Donald Trump

Sepakbola – Bek kawakan tim nasional Meksiko Rafael Marquez mengaku tidak senang dengan kebijakan presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Rafael Marquez

Gilabola.com – Bek kawakan tim nasional Meksiko Rafael Marquez mengaku tidak senang dengan kebijakan presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Rafael Marquez meminta presiden Donald Trump untuk menghargai masyarakat Meksiko yang mencari peruntungan di negara Paman Sam. Seperti diketahui Trump akan mewujudkan janji politiknya dengan membangun tembok pemisah antara Amerika dengan Meskiko di perbatasan.

Akan tetapi Marquez yang saat sekarang masih aktif bermain di klub Liga Mayor Amerika Serikat (MLS), Atlas ini yakin kebijakan tersebut tidak tepat. Ia pun meminta Trump untuk menghargai orang Meksiko.

“Saya meminta Donald Trump untuk menghargai orang Meksiko. Kami layak mendapatkan penghargaan atas kerja keras dan kerendahan hati,” tutur pria berusia 37 tahun ini.

“Masyarakat Meksiko selalu mau bekerja keras dan mengorbankan diri mereka sendiri untuk melangkah ke depan. (Membangun tembok) bukan cara yang tepat untuk melangkah ke depan. Tapi kita seharusnya mempergunakan kesempatan ini untuk berbangga hati dan mengubah diri kita sendiri,” jelasnya.

Eks punggawa FC Barcelona dan AS Monaco ini melihat pentingnya sepak bola sebagai etalase masyarakat Meksiko di tengah-tengah penduduk Amerika. “Saya pikir saya harus meninggalkan warisan di sini sebab saya sadar bahwa saya dianggap sebagai pemimpin dan panutan di Meksiko.”

Meski sudah menginjak umur 37 tahun, Marquez belum menunjukkan tanda-tanda untuk gantung sepatu. Dia pun masih dipanggil ke tim nasional El Tri, sejak 1997 hingga turnamen Copa Amerika Centenario kemarin. Akan tetapi ia mengaku bahwa jika saatnya pensiun sudah tiba, Marquez berharap bisa kembali ke Barcelona.

“Tidak mudah untuk beradaptasi di Barcelona, khususnya di enam bulan pertama. Segalanya seperti mimpi di hari pertama di klub. Saya tidak bisa mempercayainya. Namun saya sadar bahwa saya ada di sana untuk satu alasan,” katanya.

“Kenangan terindah saya terjadi ketika masih membela Barcelona. Saya berharap bisa kembali ke Barca untuk tugas apapun jika pihak Blaugrana berkenan.”

Sepakbola.cc