Pemain Rp 117 Milyar Ini Dituding Bunuh Orang Untuk Black Magic

10

Pemain bernilai Rp 117 Milyar ini telah berbulan-bulan menjadi korban bullying media di negerinya sendiri. Ia dituduh membunuh partner bisnis untuk kepentingan “black magic”. Untuk memadamkan cerita itu ia sampai harus mengadakan sebuah jumpa pers, guna meluruskan cerita sebenarnya. Apa yang terjadi adalah koran-koran tabloid menuding pesepakbola bintang tim nasional Asamoah Gyan membunuh seorang artis rap […]

Pemain Rp 117 Milyar Ini Dituding Bunuh Orang Untuk Black Magic - berita Internasional Liga Inggris
Pemain bernilai Rp 117 Milyar ini telah berbulan-bulan menjadi korban bullying media di negerinya sendiri. Ia dituduh membunuh partner bisnis untuk kepentingan “black magic”.

Untuk memadamkan cerita itu ia sampai harus mengadakan sebuah jumpa pers, guna meluruskan cerita sebenarnya.

Apa yang terjadi adalah koran-koran tabloid menuding pesepakbola bintang tim nasional Asamoah Gyan membunuh seorang artis rap dan pasangannya sebagai bagian dari ritual pengorbanan manusia.

Rapper asal Ghana Castro dan Janet Bandu hilang pada perjalanan liburan mereka bersama dengan keluarga Gyan setelah turnamen Piala Dunia lalu pada bulan Juli. Mereka berdua menghilang setelah dikabarkan menyewa jetski di resort Ada di pinggir sebuah danau di Ghana.

Lebih dari dua bulan kemudian, jenazah korban tidak pernah muncul, yang menyebabkan beberapa kecurigaan atas nama sang striker.

Berikut adalah pernyataan resmi di situs Gyan:

“Keluarga Gyan akan mengadakan konferensi pers pada hari Rabu mengenai isu terbaru dari kepentingan publik termasuk hilangnya ikon musik Theophilus Tagoe (alias Castro).

Konferensi pers yang akan berlangsung di Alisa Hotel akan ditangani oleh pengacara keluarga Kissi Agyabeng.

Perlu diingat bahwa Theophilus Tagoe (alias Castro) dan Janet Bandu hilang saat liburan bersama dengan keluarga dan teman-teman dari Gyan di sebuah resor di Ada pada bulan Juli.

Upaya tak kenal lelah terus dilakukan untuk menemukan kedua orang yang hilang itu.

Konferensi pers itu berusaha untuk memberitahu masyarakat melalui media tentang status penyelidikan sejauh ini.

Kesempatan juga akan digunakan untuk secara resmi menanggapi beberapa tuduhan dan kebohongan yang dibundel di media mengenai peran Asamoah Gyan pada hilangnya kedua orang itu.”