Penonton Melempari Top Scorer Musim Lalu Sampai Mati

20

Beberapa hari lalu kita dikejutkan dengan berita meninggalnya pemain asal Kamerun yang merumput di Liga Aljazair, Albert Ebosse, gara-gara terkena lemparan benda keras dari arah penonton. Kematian Albert Ebosse ini telah memicu reaksi kemarahan yang meluas di Aljazair. Salah satu akibatnya, laga-laga liga akhir pekan ini akan dibatalkan sebagai protes atas serangan fatal tersebut. Federasi Sepakbola Aljazair (FAF), […]

Internasional  - Penonton Melempari Top Scorer Musim Lalu Sampai Mati

Beberapa hari lalu kita dikejutkan dengan berita meninggalnya pemain asal Kamerun yang merumput di Liga Aljazair, Albert Ebosse, gara-gara terkena lemparan benda keras dari arah penonton.

Kematian Albert Ebosse ini telah memicu reaksi kemarahan yang meluas di Aljazair. Salah satu akibatnya, laga-laga liga akhir pekan ini akan dibatalkan sebagai protes atas serangan fatal tersebut.

Federasi Sepakbola Aljazair (FAF), dalam sebuah pernyataan kerasnya, mengecam tumbuhnya kekerasan di permainan populer tersebut. Pada saat yang sama bos FIFA Sepp Blatter meminta penghentian kekerasan.

FAF mengatakan telah membatalkan pertandingan liga akhir pekan ini “sebagai protes atas tindakan fanatik yang tidak bertanggung jawab dan atas hooliganisme yang melakukan kekerasan di stadion yang telah mencapai tingkat yang tidak dapat diterima.”

Penyerang asal Kamerun itu memperkuat timnya JS Kabylie saat kekalahan 2-1 vs USM Alger. Fans melempari lapangan dengan berbagai benda selagi para pemain kembali ke kamar ganti mereka di stadion Tizi Ouzou.

Ebosse yang adalah pencetak gol terbanyak musim lalu itu dinyatakan meninggal setelah dia dilarikan ke rumah sakit di Tizi Ouzou, sebelah timur ibukota Algiers.

Ebosse, 24, meninggal akibat “cedera keras pada kepala,” kata direktur rumah sakit, Abbas Ziri.

Internasional  - Penonton Melempari Top Scorer Musim Lalu Sampai Mati

Jaksa negara dari Tizi Ouzhou merilis sebuah pernyataan bahwa hasil otopsi awal menunjukkan, Ebosse meninggal karena terkena hantaman di kepala oleh sebuah “benda tumpul berat yang menyebabkan perdarahan.”

Dia menambahkan, dirinya telah memerintahkan agar penyelidikan baru dimulai.

“Saya telah meminta polisi untuk menggunakan segala cara hukum yang memungkinkan, termasuk kutipan tayangan televisi, untuk mengidentifikasi pelakunya dan membawanya ke pengadilan,” kata pernyataan itu.

“Polisi juga telah memberitahu situasi saat mana orang yang bersalah bisa mendapatkan batu, atau benda lainnya, lalu melemparkannya pada pemain.”

Blatter juga mengekspresikan kemarahan mereka.

“Sangat tidak bisa ditoleransi bahwa penggemar menyebabkan kematian pemain. Hentikan kekerasan. Simpati saya bersama keluarga Albert Ebosse ini. RIP,” kata presiden FIFA itu di Twitter.

FAF mengatakan sedang merencanakan tindakan lebih lanjut, termasuk pengusiran klub yang dinilai bersalah “dari semua jenis kompetisi.”

Liga Aljazair akan mengadakan pertemuan luar biasa di mana manajemen dari kedua klub dan pejabat di pertandingan Sabtu akan diwawancarai.

Harian Aljazair El Watan mengatakan, “Tragedi ini tidaklah mengejutkan”.

Ini menjelaskan: “Selama bertahun-tahun kekerasan telah merasuki stadion dan terkadang tumpah ke jalan-jalan, membawa iklim ketakutan dan ketidakamanan di kota-kota kita.”

Surat kabar itu mengaitkan eskalasi kekerasan ini dengan kelompok ekstremis “yang melatih pemuda Aljazair dengan teror dan horor.”

Suratkabar lainnya, Liberte, menyebut kejadian tragis Sabtu lalu itu “bisa terjadi di setiap stadion Aljazair” karena “kekerasan bersifat umum dan sistematis.”

Harian El Khabar berpendapat bahwa kematian Ebosse itu berarti “Aljazair tidak memenuhi syarat untuk menjadi tuan rumah Piala Afrika 2017” menggantikan Libya.

“Bagaimana kita bisa melindungi ribuan tamu di Piala Afrika jika Konfederasi Sepak Bola Afrika memberikan Aljazair hak untuk menggelar kompetisi ini?” kata harian tersebut.

Kenangan atas Ebosse akan dilakukan dengan mengheningkan cipta selama satu menit dan dengan semua pemain memakai ban lengan hitam dalam semua pertandingan Minggu ini di negara kelahirannya, demikian serikat pemain Kamerun mengumumkan.

FAF dan liga mengumumkan mereka menyumbangkan hampir Rp 1,5 Milyar untuk keluarga Ebosse ini. Keluarga juga akan menerima gaji sang pemain sampai akhir kontraknya dengan Kabylie.

Ebosse bergabung dengan Kabylie tahun 2013 dan mencapai final Piala Aljazair musim lalu. Golnya sebanyak 17 membantu klub menggapai posisi kedua di liga.