Pep Guardiola: Saya Membenci Tiki-Taka!

Mantan pelatih Barcelona yang kini menjadi pelatih Bayern Muenchen, Pep Guardiola, membuat pengakuan mengejutkan. Guardiola ternyata membenci gaya tiki-taka yang dulu ia terpakan saat bersama Barcelona.

Saat Guardiola menjadi bos di Camp Nou, Barcelona yang dikenal bermain dengan dengan gaya tiki-taka, sebuah permainan yang mengandalkan penguasaan bola, sukses mengantarkan tim Catalan itu menggondol tiga trofi Primera Division serta dua gelar Liga Champions.

Tiki-taka pertama kali diperkenalkan oleh Johan Cruyff saat menjadi bos di Barcelona, kemudian Pep Guardiola lah yang paling memberikan efek terhadap gaya permainan tersebut. Barcelona tak terbendung untuk menguasai Eropa saat itu. Seperti diketahui pada musim pertamanya menangani Blaugrana, Pep sukses menyabet trebel yang kemudian digenapkan menjadi enam gelar dalam setahun karir kepelatihannya. Selama memegang Barca itulah, Leonel Messi, dkk sukses merajai sepakbola Eropa.

Namun kini, Guardiola yang menjadi pelatih raksasa Bundesliga, Bayern Muenchen, mengaku bahwa dirinya tak menyukai tiki-taka. Guardiola rupanya tak suka jika tiki-taka disebut hanya mengandalkan penguasaan bola tanpa melakukan serangan berbahaya.

Dalam otobiografi Guardiola yang kedua, Guardiola memberikan pernyataan ketika menjalani musim pertamanya di Allianz Arena. “Saya membenci semua passing  tiki-taka. Terlalu banyak yang terbuang dan tidak memiliki tujuan. Anda harus memberikan bola dengan maksud yang jelas, tujuannya jelas untuk menembus gawang lawan. Ini bukan tentang passing untuk kepentingan tiki-taka.”

Dan saat melakukan pertemuan dengan para pemain pada hari berikutnya, Guardiola menambahkan: “Anda harus menggali DNA-mu sendiri. Saya membenci tiki-taka. Tiki-taka berarti melewatkan bola untuk hal tanpa arah yang jelas. Dan itu sia-sia.”

“Barca tidak melakukan tiki-taka. Itu hanya buatan. Jangan percaya satu kata pun mengenai hal itu. Dalam semua tim olahraga, rahasianya adalah memberikan tekanan kepada satu kubu di lapangan sehingga lawan bertahan. Anda terus memberikan tekanan dan menarik mereka ke satu sisi, sehingga ada sisi lain yang lemah.”

“Dan ketika kiga sudah melakukan semua itu, kita menyerang dan mencetak gol dari sisi lain. Itulah mengapa anda harus melewatkan bola, tetapi hanya jika anda melakukannya dengan tujuan yang jelas.”

“Ini hanya memberikan beban kepada lawan, menarik mereka dan kemudian memukul mereka dengan serangan. Itulah permainan yang kami perlukan. Tak ada hubungannya dengan tiki-taka.”