Pesepakbola Mirip Pemain Chelsea Ini Dipenjara 4 Tahun. Ini Dia Alasannya

Masih ingat cerita seorang pemain sepakbola yang wajahnya mirip pemain Chelsea? Yang lalu menggunakan kemiripannya itu untuk tipu sana, tipu sini? Nah, orang itu yang pernah bergaji Rp 77 juta sepekan kini meringkuk dalam penjara. Medi Abalimba, 24 tahun, pernah menjadi bintang sepakbola yang menjanjikan, pernah mendapatkan penghasilan hingga Rp 300 juta sebulan dan pernah dijual […]

Masih ingat cerita seorang pemain sepakbola yang wajahnya mirip pemain Chelsea? Yang lalu menggunakan kemiripannya itu untuk tipu sana, tipu sini? Nah, orang itu yang pernah bergaji Rp 77 juta sepekan kini meringkuk dalam penjara.

Medi Abalimba, 24 tahun, pernah menjadi bintang sepakbola yang menjanjikan, pernah mendapatkan penghasilan hingga Rp 300 juta sebulan dan pernah dijual ke Derby County senilai Rp 23,2 Milyar. Namun karirnya berakhir setelah ia berjuang untuk pulih dari cedera.

Tidak mau mengakhiri model kehidupan selebritisnya, ia memulai tindak kriminal dengan membobol loker di klub kesehatan swasta di Camden, di mana ia menjadi anggota, untuk mencuri rincian kartu kredit.

Dia kemudian menggunakan kartu kredit curian itu untuk pesta belanja besar-besaran di toko-toko mewah, hotel bintang lima dan klub malam trendi dengan berpura-pura menjadi pemain sayap Chelsea Gael Kakuta – yang kini tengah menjadi pemain pinjaman di Real Vallecano – selagi menggunakan rincian kartu itu untuk membayar.

Pada salah satu insiden ia menipu staf yang terplongo-plongo sebesar Rp 483 juta untuk pemesanan sampanye di satu klub London sembari mengklaim “dia adalah seorang bintang Premier League dan punya banyak uang.”

Dia juga berutang tagihan sebesar Rp 235 juta di tiga hotel mewah di London, mengakali sebuah bar di Manchester untuk Rp 83 juta, dan menghabiskan Rp 212 juta untuk pemesanan limusin.

Pada kesempatan lain ia membawa empat gadis lugu dari kota Manchester yang terpukau pada selebritasnya untuk ikut serta dalam  tur helikopter sebesar Rp 21 juta lebih sebelum membawa  mereka untuk tinggal bersamanya di sebuah rumah sewaan seharga Rp 15 juta semalam di Berkshire, yang diklaim sebagai rumahnya.

Daftar penipuannya sebenarnya masih panjang, tapi terlalu membosankan untuk diungkapkan di sini.

Abalimba akhirnya tertangkap setelah ia berusaha untuk membeli pakaian senilai lebih dari Rp 386 juta dari Selfridge di Trafford Centre dekat Manchester. Ia bahkan memamerkan keterampilan sepakbola selama melakukan penawaran pakaian ini itu di toko tersebut.

Setelah ditangkap, dia mengaku bahwa gaji mingguan yang sangat besar menyebabkan dia “lupa daratan.”

Abalimba lahir di Kongo dan memulai karirnya sebagai gelandang di tim remaja Crystal Palace dan Fulham, sebelum pindah ke Southend United di mana ia dibayar Rp 19,3 juta per minggu pada usia 16 tahun.

Dia menarik perhatian dari beberapa klub Premier League di awal karirnya dan diundang untuk melakukan tes di Manchester United dan Manchester City.

Di Liverpool, ia bermain untuk tim cadangan, sementara manajer waktu itu Rafa Benitez menyaksikan latihannya dari tribun. Pada akhirnya ia direkrut untuk Derby County pada tahun 2009 senilai Rp 23,2 Milyar.

Tapi karirnya hancur oleh cedera dan ia dikirim untuk Oldham Athletic dengan status bebas transfer pada Januari 2011 setelah gagal membuat penampilan kompetitif.

Pada Agustus 2012 ia direkrut oleh Farnborough Kota dengan upah hanya Rp 5,8 juta per minggu dan dipaksa untuk menambah penghasilan dengan bekerja paruh waktu sebagai petugas pengendali perusahaan taksi.

Khawatir teman-temannya akan mencampakkannya, ia berpaling ke penipuan dalam rangka menjaga ilusi bahwa ia masih tetapkaya sebagaimana sebelumnya.

Setelah kasus ini terungkap Sersan Adam Cronshaw dari Kepolisian Metropolitan Manchester mengatakan, “Setelah berbicara dengan banyak korban dalam kasus ini, tampak bahwa Abalimba adalah individu yang menawan dan karismatik yang mampu mengungkapkan pengalaman sepakbola sebelumnya, dan fakta ia memiliki beberapa kemiripan dengan Gael Kakuta yang asli berhasil menipu mereka.”

“Dia mampu mengelabui kebanyakan orang yang ia temui dan kian lama kain mahir bersandiwara terus. Ia menjadi begitu terampil dalam kebohongan dan penipuan sehingga karakternya berubah menjadi semakin meyakinkan.”

“Abalimba mengatakan kepada kami bahwa banyak dari korban-korbannya memperlakukannya begitu berbeda karena mereka pikir dia adalah seorang pemain pesepakbola selebriti. Sayangnya kepercayaan dan niat baik ini disalahgunakan.”

‘Sementara saya bersimpati pada karirnya yang berakhir begitu saja, tidak ada alasan untuk melakoni penipuan yang disengaja yang telah makan banyak korban.”

“Saya senang kami mampu menangkapnya dan mencegah kerugian lebih lanjut bagi korban potensial lainnya karena tidak ada tanda-tanda ia akan mengakhiri kegiatannya.”

“Saya berharap lebih banyak bisnis sekarang menyadari jenis penipuan ini dan memiliki langkah-langkah keamanan yang diperlukan untuk mencegah kejadian serupa.”

Total penipuannya bernilai Rp 3,1 Milyar namun karena dia tidak memiliki aset atau uang tunai atas namanya maka tidak ada kesempatan untuk mengganti kerugian kepada para korban.

Sepakbola.cc