Piala Dunia 2018 Habiskan Dana Rp 231 Trilyun

Mereka yang punya ide menyelenggarakan Piala Dunia di Indonesia musti punya gambaran, berapa besar duit rakyat yang akan dihabiskan untuk itu.

Piala Dunia 2018 di Rusia direncanakan menghabiskan dana US$ 20 milyar, atau setara Rp 231 trilyun.

Sekedar gambaran, APBN Indonesia beberapa tahun lalu saja hanya Rp 1.000 trilyun. Artinya untuk membangun sejumlah stadion baru, membangun infrastruktur jalan, transportasi umum yang massal dan cepat, dibutuhkan duit setara seperempat APBN Indonesia. APBN dikumpulkan antara lain dari dana pajak yang dihimpun dari rakyat biasa seperti Anda dan saya. Bahkan 70-80% dana pendapatan APBN Indonesia berasal dari pajak.

Anda bayar pajak tidak? Punya NPWP tidak?

Angka Rp 231 trilyun seperti Rusia itu sedikit lebih besar daripada angka subsidi BBM Indonesia tahun 2013 sebesar Rp 193,8 trilyun. Atau kira-kira tiga kali lipat subsidi listrik tahun 2013 sebesar Rp 81 trilyun. Dengan kata lain, merancang satu peristiwa Piala Dunia di Indonesia diperkirakan akan menghabiskan dana setara subsidi BBM dalam setahun, atau setara tiga tahun subsidi listrik.

Kamu-kamu sudah siap memangnya bayar bensin tanpa subsidi setara Rp 22 ribu per liter? Bensin naik seribu saja sudah teriak-teriak demo. Kok mau bercita-cita menyelenggarakan Piala Dunia di Indonesia.

Besarnya budget untuk mempersiapkan Piala Dunia 2018 itu muncul bersamaan dengan kunjungan Presiden Rusia  Vladimir Putin ke kota Rio de Janeiro, menghadiri final Jerman vs Argentina.

Ini merupakan kali pertama Piala Dunia diselenggarakan di Rusia.

Putin dan sejumlah anggota Kremlin berencana untuk menghabiskan lebih dari Rp 231 trilyun untuk biaya-biaya mencakup antara lain pembangunan stadion-stadion baru, infrastruktur dan jaringan transportasi yang besar dan kuat. Putin membutuhkan semua ini guna menghadapi pemilu raya Rusia pada tahun 2018. Piala Dunia digunakan sebagai cara menggalang dukungan publik di belakangnya.

Menurut NBCNews.com, “Presiden Rusia Vladimir Putin dikabarkan berencana untuk menghabiskan US$ 20 milyar untuk menjadikan Rusia tuan rumah kompetisi 2018. Rencana ambisius mencakup stadion dan infrastruktur yang dibangun di atas lahan sepanjang 1.500 kilometer yang membentang dari Laut Baltik di barat sampai Pegunungan Ural sebagai pintu gerbang ke wilayah Asia. Acara ini diharapkan akan mengikuti cetak biru ekonomi tahun ini di Sochi Winter Games, olimpiade paling mahal dalam sejarah dengan perkiraan biaya US$ 51 milyar.”

Piala Dunia 2014 di Brasil dilaporkan menghabiskan biaya lebih dari US$ 14 milyar, sementara Afrika Selatan 2010 di angka $ 3,9 miliar. Itu berarti uang yang akan dihabiskan Rusia untuk Piala Dunia 2018 adalah lima kali jumlah yang dihabiskan di Afrika Selatan. Putin sekali gitu loh!

Olimpiade Musim Dingin 2014 di Sochi dianggap sukses di Rusia. Acara ini berlangsung secara aman, dan segala sesuatu berlangsung seperti apa yang diharapkan, tapi sekarang Sochi sebagai kota kecil tidak memerlukan semua stadion, hotel dan infrastruktur lainnya yang dibangun untuk hajatan tersebut.

Di kota-kota besar seperti Moskow dan St Petersburg, memperbaiki stadion sepak bola dan transportasi akan terbukti bermanfaat, namun di beberapa kota yang jauh lebih terpencil akankah orang-orang Rusia mendapatkan keuntungan dari pengeluaran monumental ini?

Pertanyaan yang sama juga musti diajukan jika dibangun 10 atau 12 stadion baru di seluruh Indonesia. Begitu Piala Dunia usai, stadion itu yang membayar ongkos perawatannya siapa?

 

Advertisement